EQUATOR, Pontianak. Pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan perkembangan nyata. Pada tahun 2024 persentase Jalan Mantap diangka 64,01 persen. Di masa kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, persentase naik jadi 65,06.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan jalan mantap mencapai 80 persen dalam empat tahun masa kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen menjelaskan, pembangunan jalan dan jembatan dilakukan berdasarkan hasil survei rutin kondisi jalan.
Bahkan, Gubernur Ria Norsan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah daerah, yang tingkat kerusakan infrastruktur tinggi serta aksesibilitas terbatas.
"Fokus utama kami adalah infrastruktur jalan. Karena beliau (Gubernur, red) menargetkan jalan mantap di angka 80 persen selama masa kepemimpinan. Jadi, infrastruktur jalan menjadi skala prioritas Dinas PUPR Provinsi Kalbar," tegas Zulkarnaen.
Ia menambahkan, Pemprov Kalbar akan memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah yang memiliki tingkat kerusakan tinggi. Aksesibilitas yang terbatas serta memiliki peran strategis dalam mendukung konektifitas antar wilayah.
"Pemerataan bukan berarti semua dapat anggaran yang sama. Tapi jalan yang mantapnya rendah, kami prioritaskan. Jalan yang sudah mantap tinggi, anggarannya kami kurangi. Jadi pemerataan itu pada fungsionalitas jalan. Supaya semua wilayah mendapatkan akses yang layak," lugasnya.
Saat ini, salah satu ruas yang akan dipercepat pengerjaannya adalah rute Sukadana menuju Teluk Batang di Kabupaten Kayong Utara. Apalagi jalur ini akan menjadi akses utama pelaksanaan MTQ 2026. Pengerjaan ruas jalan ini ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan MTQ pada Agustus mendatang. (itl)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar