eQuator, KETAPANG - Ruas jalan Pelang - Sungai Kepuluk yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akhirnya diresmikan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Sabtu (04/04/2026).
Peresmian difokuskan pada titik Sta 15+037 sampai dengan Sta 15+397 di area Cafe Merah, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS).
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo mengatakan, pembangunan jalan sepanjang hampir 400 meter tersebut menggunakan sistem konstruksi yang dirancang memiliki daya tahan jangka panjang.
Kehadiran ruas jalan ini, diharapkan menjadi urat nadi konektivitas yang mampu mempermudah mobilitas masyarakat, baik dari arah Pelang menuju kota Ketapang maupun sebaliknya. Sekaligus memperlancar akses menuju sejumlah Kecamatan.
“Dengan adanya akses jalan yang semakin baik, kita harap kemajuan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat kita raih bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat kebersamaan merawat jalan ini," kata Bupati.
Pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan mempercepat arus transportasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan dan perdagangan.
"Tidak kalah penting adalah memudahkan akses menuju pusat pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan," ujar Alex.
Dia pun memberikan penekanan khusus terhadap aspek keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Mengingat terdapat perbedaan ketinggian antara badan jalan yang baru dibangun dengan area tanah di sekitarnya.
Selain faktor keselamatan, pengawasan terhadap beban kendaraan atau tonase menjadi perhatian utama. Sesuai ketentuan, jalan Kabupaten ini memiliki batas maksimal beban 8 ton.
"Saya menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta aparat desa setempat agar melakukan pengawasan secara ketat. Segera memasang rambu-rambu yang memadai sebagai bentuk perlindungan terhadap aset daerah," mintanya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah mengusulkan pembangunan jembatan timbang di wilayah Jalan Pelang kepada Gubernur Kalimantan Barat.
Langkah tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan infrastruktur jalan tetap awet dan tidak cepat rusak akibat kendaraan yang melebihi kapasitas.
“Kita ingin jalan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, kepatuhan terhadap batas tonase sangat penting agar kualitas jalan tetap terjaga," timpalnya. (dul)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar