EQUATOR, KETAPANG - Kontingen Pekan Olahraga dan Seni Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Kabupaten Ketapang Tahun 2026 resmi dilepas, Minggu (01/11/2026). Pelepasan dilakukan langsung Bupati Ketapang, Alexander Wilyo.


Kegiatan pelepasan kontingen ini menjadi momentum penting memberikan semangat, motivasi, serta dukungan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti rangkaian Porsenijar PGRI dengan penuh percaya diri, kompak dan menjunjung sportivitas.


Menurut Bupati, Porsenijar PGRI bukan sekadar ajang untuk berkompetisi dan mengejar prestasi. Kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta mengembangkan potensi para guru di bidang olahraga dan seni.


"Bagi Pemerintah Ketapang, keberangkatan kontingen ini memiliki arti penting. Para guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di sekolah, tetapi juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki potensi, bakat, dan kemampuan untuk terus berkembang di berbagai bidang," kata Alex.

Ia menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh anggota Kontingen yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti Porsenijar PGRI Tahun 2026.


Keikutsertaan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Ketapang.


Alex menekankan, semangat mengikuti kompetisi harus berjalan seiring dengan sikap disiplin, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab.


"Prestasi memang menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai. Tetapi proses, perjuangan, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan juga memiliki nilai yang sangat penting," ungkapnya.


Ia pun turut memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak merasa terbebani dengan target kemenangan. Namun yang terpenting tampil dengan penuh semangat, mempersiapkan diri sebaik mungkin, serta tetap menjaga kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.


Selain itu, seluruh peserta diharapkan mampu menunjukkan sikap yang baik di dalam maupun di luar arena pertandingan. Sikap santun, disiplin, saling menghormati, dan menghargai peserta dari daerah lain merupakan bagian penting dari nilai-nilai yang harus dijaga seorang pendidik.


"Pemerintah Kabupaten Ketapang memandang bahwa guru memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat pantang menyerah," paparnya.


Karena itu, lanjut Alex, partisipasi para guru dalam kegiatan olahraga dan seni seperti Porsenijar PGRI tentu dapat memberikan dampak positif. Tidak hanya bagi pengembangan diri para peserta, tetapi bagi lingkungan pendidikan di Ketapang.


"Saya harap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal membangun semangat baru di lingkungan sekolah. Para guru dapat membawa pulang pengalaman, inspirasi, dan nilai-nilai positif," pungkasnya. (dul)