EQUATOR, KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Sungai Raya Dalam (Serdam), Kecamatan Sungai Raya, Rabu (14/10/2026).
Sidak tersebut dilakukan setelah Bupati menerima laporan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut.
"Siapapun boleh menyimpan nomor HP saya. Saya punya orang-orang yang kapan saja bisa memberikan informasi kepada saya. Salah satunya laporan tentang pelayanan di Puskesmas Sungai Raya Dalam ini," ujar Sujiwo.
Secara umum, Sujiwo menilai pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Raya Dalam cukup baik. Namun ia menemukan adanya anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil yang belum terserap.
Ia menyebut ada anggaran sebesar Rp336 juta yang hingga Oktober belum terealisasi.
"Itu haknya masyarakat, haknya para balita dan ibu hamil. Jangan sampai hanya karena Kapus tidak mempunyai inisiatif dan langkah konkret, akhirnya uang itu mengendap. Kita susah mencari uang," tegas Sujiwo.
Menurut Sujiwo, persoalan tersebut disebabkan adanya disharmoni dan komunikasi yang kurang baik antara Kepala Puskesmas (Kapus) dengan pengelola program dan bawahan. Pengelola program menunggu arahan Kapus, sementara arahan tidak diberikan.
Sujiwo menjelaskan, tidak terserapnya anggaran PMT dipicu ketakutan Kapus usai adanya temuan Inspektorat pada tahun sebelumnya. Padahal, temuan tersebut bukan untuk menghentikan program, melainkan untuk memperbaiki pola pelaksanaan agar sesuai regulasi.
"Ketika ada temuan dari Inspektorat, maka temuan itu misalnya pola A tidak boleh dilakukan. Maka tahun berikutnya jangan lakukan lagi pola A, lakukan dengan pola B atau C yang dibenarkan secara hukum. Bukan programnya berhenti, tidak berani mengeksekusi," jelasnya.
Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya untuk memberikan atensi terhadap persoalan tersebut di seluruh puskesmas.
Sujiwo juga berpesan kepada seluruh pemimpin perangkat daerah, mulai dari kepala dinas, kepala badan, camat, kepala desa hingga kepala puskesmas untuk memperkuat leadership dan menciptakan suasana kerja yang nyaman.
"Seorang leader wajib mempunyai ilmu kepemimpinan. Harus menjadi pengayom, menjadi orang tua yang baik, melindungi ASN dan membuat suasana kerja senyaman mungkin. Jika suasana nyaman, kualitas kerja akan lebih baik dan bawahan tidak takut memberikan masukan," pungkasnya. (sya)
Komentar
Login untuk Berkomentar
Silakan login untuk memberikan komentar