• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Kamis, Februari 19, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Ketapang

Satu Habitat Orang Utan di Sumber Periangan Resahkan Warga

by equator
Rabu, 12 Februari 2025 19:14
in Ketapang
0
0
SHARES
0
VIEWS
Keberadaan habitat orang utan yang sempat didokumentasikan warga Sumber Periangan. (Foto: Tangkapan layar video warga/Istimewa)

EQUATOR, Ketapang – Warga Dusun Sumber Periangan, Desa Simpang Tiga Sembelangaan, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang diresahkan oleh munculnya satu individu habitat orang utan besar yang masuk ke pemukiman mereka.

Jenis satwa dilindungi itu terpantau muncul sejak 6 Februari 2025 lalu, dan merusak sejumlah tanaman serta hasil kebun warga Dusun Sembelangaan.

Menurut keterangan warga, Dhe Sukati Marto, orang utan ini sudah beberapa kali masuk ke perkebunan dan memakan tanaman buah milik warga. Lantaran ukuran hewan cukup besar, warga merasa takut mendekati atau mengusirnya.

“Kalau di kebun saya, sawit dicabut umbutnya. Sementara di kebun tetangga, buah-buahan seperti jambu, nanas, cabai dan petai juga di makan. Bahkan ada tanaman yang dirusak,” kata Sukati, Rabu (12/02/2025).

Menurut Sukati, keberadaan orang utan tersebut tidak menetap di kebun. Melainkan hanya datang untuk makan dan kembali ke hutan setelahnya.

“Memang tidak menetap. Tapi selang beberapa hari muncul lagi, sehingga warga khawatir akan keberlangsungan tanaman,” tuturnya.

Beberapa warga juga mengaku telah mencoba berbagai cara mengusir orang utan itu, termasuk melaporkan kepada pihak berwenang. Sebab warga sendiri tidak ingin melukai satwa yang secara aturan telah dilindungi.

Merespon laporan warga, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Ketapang, Birawa memastikan, bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi dan melakukan  pemantauan terhadap keberadaan orangutan tersebut.

“Pihak konservasi akan terus memantau, sampai hari ini pemantauan masih kita lakukan. Jadi kita belum melakukan tindakan resio,” kata Birawa ketika dikonfirmasi media ini.

Menurut Birawa, langkah resio dilakukan bilamana orang utan sudah dalam posisi menetap di pemukiman warga. Sehingga, saat ini langkah yang dapat diambil adalah terus memantau keberadaannya.

“Jika orang utan itu sudah mulai menetap, kami akan langsung melakukan resio, serta terus mencari solusi terbaik untuk menjaga keseimbangan antara keberadaan satwa liar dan kenyamanan warga setempat,” jelasnya.

Dia menerangkan, orang utan merupakan satwa yang dilindungi undang-undang. Karenanya penting masyarakat mengetahui untuk tidak mengambil tindakan dengan cara melukai satwa ini.

“Kami terus berupaya memberikan edukasi, sekaligus imbauan kepada masyarakat agar tidak melukai atau menyakiti orangutan. Sebab satwa ini dilindungi undang-undang,” terangnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar warga segera melaporkan apabila mengalami kejadian serupa kepada pihak berwenang. Tujuannya agar dapat dilakukan penanganan secara baik.

“Jika warga menemukan kejadian serupa, kami harap segera melaporkannya. Karena ini memang satwa liar, bukan satwa buas,” pintanya. (Mi)

Next Post
39 Naga Bersinar Tebar Pesona di Bumi Khatulistiwa, Edi Suryanto Sebut Cap Go Meh Beri Dampak Ekonomi Masyarakat

39 Naga Bersinar Tebar Pesona di Bumi Khatulistiwa, Edi Suryanto Sebut Cap Go Meh Beri Dampak Ekonomi Masyarakat

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Penting, Bupati Ketapang Terbitkan Surat Edaran Selama Ramadan

Penting, Bupati Ketapang Terbitkan Surat Edaran Selama Ramadan

15 jam ago
Pemkab Ketapang Re-launching Aplikasi E-Hibah

Bupati Alexander Wilyo Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Olahraga Otomotif Kalbar

16 jam ago
Pemkab Ketapang Re-launching Aplikasi E-Hibah

Resmikan Pengelolaan IPA PMD-1 Mulia Baru, Bupati Alexander: Kebutuhan Air Bersih Jadi Prioritas

16 jam ago
Sekda Ketapang, Repalianto, bersama perangkat daerah foto bersama usai sosialisasi E-Hibah. (Foto: Prokopim Ketapang)

Pemkab Ketapang Re-launching Aplikasi E-Hibah

16 jam ago
Resmi Mengaspal di Kalbar, All New Honda Vario 125 Kini Lebih Gahar dan Ekspresif

Resmi Mengaspal di Kalbar, All New Honda Vario 125 Kini Lebih Gahar dan Ekspresif

23 jam ago

Trending

  • PAPDI Kalbar Salurkan Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas di Ketapang

    PAPDI Kalbar Salurkan Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas di Ketapang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TMMD ke-127 Dimulai, Bupati Ketapang Harap Percepat Pembangunan Desa dan Hidupkan Gotong Royong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penting, Bupati Ketapang Terbitkan Surat Edaran Selama Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Alexander Wilyo Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Olahraga Otomotif Kalbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HPN 2026, Asmo Kalbar Beri Kado Service Motor Gratis dan Edukasi Safety Riding untuk Insan Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version