• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Jumat, Januari 16, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Ketapang

Satu Habitat Orang Utan di Sumber Periangan Resahkan Warga

by equator
Rabu, 12 Februari 2025 19:14
in Ketapang
0
0
SHARES
0
VIEWS
Keberadaan habitat orang utan yang sempat didokumentasikan warga Sumber Periangan. (Foto: Tangkapan layar video warga/Istimewa)

EQUATOR, Ketapang – Warga Dusun Sumber Periangan, Desa Simpang Tiga Sembelangaan, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang diresahkan oleh munculnya satu individu habitat orang utan besar yang masuk ke pemukiman mereka.

Jenis satwa dilindungi itu terpantau muncul sejak 6 Februari 2025 lalu, dan merusak sejumlah tanaman serta hasil kebun warga Dusun Sembelangaan.

Menurut keterangan warga, Dhe Sukati Marto, orang utan ini sudah beberapa kali masuk ke perkebunan dan memakan tanaman buah milik warga. Lantaran ukuran hewan cukup besar, warga merasa takut mendekati atau mengusirnya.

“Kalau di kebun saya, sawit dicabut umbutnya. Sementara di kebun tetangga, buah-buahan seperti jambu, nanas, cabai dan petai juga di makan. Bahkan ada tanaman yang dirusak,” kata Sukati, Rabu (12/02/2025).

Menurut Sukati, keberadaan orang utan tersebut tidak menetap di kebun. Melainkan hanya datang untuk makan dan kembali ke hutan setelahnya.

“Memang tidak menetap. Tapi selang beberapa hari muncul lagi, sehingga warga khawatir akan keberlangsungan tanaman,” tuturnya.

Beberapa warga juga mengaku telah mencoba berbagai cara mengusir orang utan itu, termasuk melaporkan kepada pihak berwenang. Sebab warga sendiri tidak ingin melukai satwa yang secara aturan telah dilindungi.

Merespon laporan warga, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Ketapang, Birawa memastikan, bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi dan melakukan  pemantauan terhadap keberadaan orangutan tersebut.

“Pihak konservasi akan terus memantau, sampai hari ini pemantauan masih kita lakukan. Jadi kita belum melakukan tindakan resio,” kata Birawa ketika dikonfirmasi media ini.

Menurut Birawa, langkah resio dilakukan bilamana orang utan sudah dalam posisi menetap di pemukiman warga. Sehingga, saat ini langkah yang dapat diambil adalah terus memantau keberadaannya.

“Jika orang utan itu sudah mulai menetap, kami akan langsung melakukan resio, serta terus mencari solusi terbaik untuk menjaga keseimbangan antara keberadaan satwa liar dan kenyamanan warga setempat,” jelasnya.

Dia menerangkan, orang utan merupakan satwa yang dilindungi undang-undang. Karenanya penting masyarakat mengetahui untuk tidak mengambil tindakan dengan cara melukai satwa ini.

“Kami terus berupaya memberikan edukasi, sekaligus imbauan kepada masyarakat agar tidak melukai atau menyakiti orangutan. Sebab satwa ini dilindungi undang-undang,” terangnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar warga segera melaporkan apabila mengalami kejadian serupa kepada pihak berwenang. Tujuannya agar dapat dilakukan penanganan secara baik.

“Jika warga menemukan kejadian serupa, kami harap segera melaporkannya. Karena ini memang satwa liar, bukan satwa buas,” pintanya. (Mi)

Next Post
39 Naga Bersinar Tebar Pesona di Bumi Khatulistiwa, Edi Suryanto Sebut Cap Go Meh Beri Dampak Ekonomi Masyarakat

39 Naga Bersinar Tebar Pesona di Bumi Khatulistiwa, Edi Suryanto Sebut Cap Go Meh Beri Dampak Ekonomi Masyarakat

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Peringatan Hari Desa Nasional 2026, Bupati Alexander: Tingkatkan Kualitas Layanan dan Transparansi Keuangan

Peringatan Hari Desa Nasional 2026, Bupati Alexander: Tingkatkan Kualitas Layanan dan Transparansi Keuangan

5 jam ago
Jusuf Kalla Puji Penataan Kota Pontianak, Selaras dengan Nilai Keagamaan

Jusuf Kalla Puji Penataan Kota Pontianak, Selaras dengan Nilai Keagamaan

7 jam ago
Nekat Pesta Sabu di Wilayah Hukum Kubu Raya, Dua Pemuda Diciduk Tim Labubu

Kerja Sama dengan Kanada, Pontianak Bedah Kerugian Akibat Banjir Lewat Kajian Aktuaria

11 jam ago
Nekat Pesta Sabu di Wilayah Hukum Kubu Raya, Dua Pemuda Diciduk Tim Labubu

Nekat Pesta Sabu di Wilayah Hukum Kubu Raya, Dua Pemuda Diciduk Tim Labubu

11 jam ago
Selundupkan Sabu dalam Kemasan Kopi, Lansia di Pontianak Diciduk Tim Labubu

Dikritik Soal Kinerja, Anggota DPRD Dapil Ketapang-KKU Buka Suara

2 hari ago

Trending

  • Perkuat Transformasi Digital, Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025

    Perkuat Transformasi Digital, Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peredaran Sabu Terbongkar di Delta Pawan, Dua Pria Berusia 55 dan 46 Tahun Diciduk Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekda Ketapang Pimpin Pelantikan 15 Pejabat Administrator dan Pengawas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • La Bondo Sempat Mau Bunuh Diri di Markas Polda Kalbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version