• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Kamis, Februari 5, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Musim Kemarau, Petani Kabupaten Sanggau Diminta Sesuaikan Jadwal Tanam

by EQUATOR
Kamis, 31 Oktober 2024 13:06
in Berita Daerah, Sanggau
0
0
SHARES
0
VIEWS

 

EQUATOR, SANGGAU. Dalam hal ketahanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) Kabupaten Sanggau memiliki strategi sendiri, terutama memasuki musim kemarau.

“Pertama kita melakukan pemanfaatan lahan semaksimal mungkin. Tidak ada lahan yang menganggur lagi. Kemudian dukungan bagi para petani,” ujar Kubin, Senin (28/10/2024).

Selanjutnya, intensifikasi dalam menyusun jadwal tanam menyesuaikan jadwal iklim. Tidak menanam ketika kemarau, atau menunda tanam jika dalam dua atau tiga hari ke depan tak ada hujan.

“Ini bukan pekerjaan mudah, karena terkait masa atau umur padi semai. Nah akhirnya kembali umur padi yang agak panjang itu padi unggul lokal. Kalau padi unggul nasional paling toleransi tiga atau empat hari setelah itu tidak boleh tanam lagi,” terangnya.

“Misalnya unggul lokal masa tanamnya 18 hari, toleransi 21 hari. Setelah 21 hari tidak dipakai lagi. Sehingga petani harus menyemai lagi. Nah menyesuaikan ini, tidak mudah,” tambah Kubin.

Karenanya, ia meminta petani bersama penyuluh mengantisipasi perubahan iklim terkait ketahanan pangan. Tak kalah pentingnya adalah disiplin dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Ini yang harus kami jabarkan dari Dinas melanjutkan program pusat, provinsi, kabupaten, kepada penyuluh lapangan yang memang dekat dengan petani,” ujarnya.

Secara keseluruhan, petani di Kabupaten Sanggau baru bisa melakukan satu setengah kali tanam dalam setahun, karena mengandalkan lahan tadah hujan. Belum bisa dua kali setahun lantaran lahan di Kabupaten Sanggau belum bisa diairi sepanjang tahun. Kubin mengakui jika saat ini produksi padi di Kabupaten Sanggau menurun.

“Banyak hal yang menyebabkan produksi kita menurun: terkait perubahan iklim, kemarau, pengadaan benih padi unggul, kemampuan para petani membeli pupuk. Banyak yang mempengaruhi,” ungkapnya. (KiA)

Next Post
YBM PLN dan PIKK UPT Pontianak Gelar Bakti Sosial, Salurkan Bantuan untuk Kaum Dhuafa

YBM PLN dan PIKK UPT Pontianak Gelar Bakti Sosial, Salurkan Bantuan untuk Kaum Dhuafa

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Pemkab Ketapang Gelar Rakor Lintas Perangkat Daerah

Produk Khas Pontianak Siap Bersaing di Pasar Asia Tenggara pada Inacraft 2026

21 jam ago
SDM Kunci Kemajuan Kota Pontianak

SDM Kunci Kemajuan Kota Pontianak

21 jam ago
Pemkab Ketapang Gelar Rakor Lintas Perangkat Daerah

Buka Musrenbang RKPD Pontianak Kota 2027, Edi: Optimalkan Pusat Ekonomi dan Kawasan Strategis

23 jam ago
Pemkab Ketapang Gelar Rakor Lintas Perangkat Daerah

Dinkes Pontianak Perkuat Pengawasan Kasus Virus Nipah

23 jam ago
Pemkab Ketapang Gelar Rakor Lintas Perangkat Daerah

Pasca Hadiri Rakornas, Pemkab Ketapang Komitmen Selaraskan Kebijakan Pusat dan Daerah

1 hari ago

Trending

  • SAR Go To School, Program Kantor SAR Pontianak Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

    SAR Go To School, Program Kantor SAR Pontianak Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Fokus Utama Pembangunan Kota Pontianak 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Ketapang Lantik Kades PAW Asam Jelai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuki Kamar Saham Domestik, Investor Asing Borong 5 Saham Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berhadiah Total Rp 480 Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version