• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Jumat, Februari 6, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Jumlah Pasien Meninggal Akibat DBD di Sanggau Bertambah Jadi Enam Orang

by EQUATOR
Rabu, 25 Oktober 2023 07:54
in Berita Daerah, Kesehatan, Sanggau
0
0
SHARES
0
VIEWS
Foto—Bassilinus
Foto—Bassilinus

EQUATOR, SANGGAU . Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sanggau terus meningkat. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau mencatat Per 24 Oktober 2023 sudah ada 127 kasus. Enam di antaranya meninggal dunia.

“Tanggal 24 Oktober closingnya sekitar jam 04.30 pekan yang ke-43 kalender epidemologi kita sampai dengan saat ini total jumlah kasus itu ada 127 kasus. Sebanyak 121 kasus di antaranya yang kasus terkonfirmasi. Artinya dia sakit, lalu dilakukan pemeriksaan dari laboratorium dengan pemeriksaan fisik dan lainnya memang mengarah DBD,” kata Bassilinus, Plt. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Selasa (24/10/2023).

Enam pasien meninggal akibat DBD tersebut, kata Bassilinus, berasal Kecamatan Tayan Hulu empat orang, satu dari Kecamatan Tayah Hilir dan satu dari Kecamatan Bonti. Ia mengatakan lima dari enam pasien meninggal tersebut adalah anak-anak, dan satu orang dewasa.

“Permasalahannya kalau kami lihat dari semua kronologis kasus ini sebenarnya ada keterlambatan. Rata-rata kasus yang kami temukan ini, dia sudah sakit empat sampai lima hari, itu di rumah. Setelah masuk hari kelima dan keenam baru dibawa ke Puskesmas,” kata Bassilinus.

Setelah diperiksa, lanjut Bassilinus, kondisi pasien cenderung masuk dalam fase Dengue Shock Syndrome (DSS). Biasanya kondisinya masuk pada fase kritis. Dengan kondisi tersebut Puskesmas tidak bisa menangani.

“Dirujuklah ke RS. Dan rata-rata angka kematian itu di RS. Karena itu fasenya masuk hari keenam. Itu yang memang kita agak sensitif. Kita sulit memberikan treatment pengobatan karena sudah masuk fase DSS itu tadi,” ungkapnya.

Bassilinus juga mengungkapkan 127 kasus DBD tersebar hampir di seluruh kecamatan. Data terakhir mencatat empat kecamatan yang masuk kategori endemis yaitu Kapuas, Parindu, Balai dan Tayan Hilir.

Dengan kondisi ini, ia berharap ada perubahan perilaku masyarakat, mulai dari yang sederhana yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN), perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama lingkungan. (KiA)

Next Post
Upaya Dinkes Sanggau Tangani Kasus DBD, Aktifkan Jumat Bersih, Abatesasi hingga Fogging

Upaya Dinkes Sanggau Tangani Kasus DBD, Aktifkan Jumat Bersih, Abatesasi hingga Fogging

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Bocah 4 Tahun yang Tenggelam di Sungai Sekayam Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah 4 Tahun yang Tenggelam di Sungai Sekayam Ditemukan Meninggal Dunia

10 jam ago
Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Sekayam, Tim SAR Turun Lakukan Pencarian

Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Sekayam, Tim SAR Turun Lakukan Pencarian

15 jam ago
TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

Edi Kamtono Berikan Izinkan Terbatas Pesta Kembang Api Saat Imlek

16 jam ago
TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

Pemkot Fokus Bakal Mengkoneksikan Infrastruktur Jalan di Pontianak Tenggara

16 jam ago
TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

16 jam ago

Trending

  • Berhadiah Total Rp480 Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

    Berhadiah Total Rp 480 Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memprihatinkan, Khusein Warga Menarin Butuh Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadisperidagkop dan UM Sanggau Prediksi Puncak Kenaikan Harga Sembako

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Konstruksi di Kapuas Hulu Banyak Nunggak Pajak Kendaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuki Kamar Saham Domestik, Investor Asing Borong 5 Saham Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version