• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Selasa, Februari 10, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Dunia

Taliban Sita Uang dan Emas Para Mantan Pejabat Tinggi Pemerintahan

by Equator News
Kamis, 16 September 2021 18:58
in Dunia
0
0
SHARES
0
VIEWS
Keterangan foto: Dari hasil penyitaan tersebut, Taliban berhasil meraup lebih dari 12 juta dolar AS (lebih dari Rp 170 miliar). (Ilustrasi/Istimewa)
Keterangan foto: Dari hasil penyitaan tersebut, Taliban berhasil meraup lebih dari 12 juta dolar AS (lebih dari Rp 170 miliar). (Ilustrasi/Istimewa)

EQUATOR, Kabul – Pasca berhasil merebut secara damai Kota Kabul pada Minggu tanggal 15 Agustus 2021 lalu, banyak langkah-langkah mengejutkan diambil oleh kelompok Taliban dalam upaya penyelamatan Afghanistan dari ‘kejatuhan’. 

Salah satunya dengan melakukan penyitaan uang tunai dan emas dari sejumlah mantan pejabat pemerintahan sebelumnya. Dimana hal itu dilakukan Taliban demi menyelamatkan posisi bank sentral mereka yang saat ini sedang mengalami ‘krisis’ kekurangan uang.

Dikutip dari Detik.com, Kamis (16/09/2021), langkah ini dilakukan Taliban pada Selasa (14/09/2021). Penggeledahan oleh Taliban terjadi di kediaman mantan Wakil Presiden Amrullah Saleh, dan sejumlah pejabat tinggi pemerintah lainnya.

Dari hasil penyitaan tersebut, Taliban berhasil meraup lebih dari 12 juta dolar AS (lebih dari Rp 170 miliar).

Sebelumnya, bank sentral menyatakan, bank-bank di Afghanistan kehabisan uang tunai sejak Afghanistan dikuasai Taliban. Beberapa bank bahkan dilaporkan berada di ambang penutupan.

Bank-bank yang mengalami kesulitan itu lantas menyampaikan kekhawatirannya perihal kelangkaan uang tunai kepada Taliban. 

Sebagai respon terhadap masalah ini, Taliban pun meluncurkan aksi penyelidikan terhadap aset-aset para mantan pejabat pemerintah yang kemudian berujung pada penyitaan aset.

Sebelumnya, mantan presiden Afganistan Ashraf Ghani juga dituduh melarikan diri dengan membawa uang jutaan dolar. Namun Ghani membantah tuduhan tersebut dengan menyebutnya sebagai tuduhan “tidak berdasar”.

Kembali soal kondisi ‘keuangan negara’, bank-bank di Afghanistan pun terpaksa harus menjatah jumlah uang yang akan dikeluarkan di kantor-kantor cabangnya. Hal ini dilakukan agar bank tidak benar-benar kehabisan uang. Batas penarikan mingguan yang dilaporkan adalah sebesar $200 (sekitar Rp 2,8 juta).

Masalah keuangan di Afganistan turut diperparah dengan dibekukannya aset asing bank sentral sejak Taliban mengambil alih kekuasaan. (FikA)

Next Post
Kepala BNN Kota Singkawang, Kompol Toto Budi, bersama aparat kepolisian, melakukan sosialisasi penanganan dan pengendalian bahaya Narkoba di lingkungan Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah, pada Rabu (15/09/2021 ).

BNN Singkawang Sosialisasi Bahaya Narkoba

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

Pemkot Pontianak Jamin Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Jelang Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

14 jam ago
Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

14 jam ago
Bahasan Dorong Mahasiswa HMI Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Berkeadilan

Ramadan dan Imlek Beriringan, Diharap Jadi Potret Toleransi di Pontianak

14 jam ago
Bahasan Dorong Mahasiswa HMI Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Berkeadilan

Bahasan Dorong Mahasiswa HMI Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Berkeadilan

1 hari ago
Alexander Wilyo Resmi Lantik Pengurus IPSI Ketapang Periode 2025 – 2029

Alexander Wilyo Resmi Lantik Pengurus IPSI Ketapang Periode 2025 – 2029

1 hari ago

Trending

  • Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

    Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 12 Finalis Bersaing di Kompetisi Inovasi Kota Pontianak 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga BUMN Ini Resmi Dibubarkan Jokowi, Apa Saja dan Apa Alasannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Pontianak Jamin Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Jelang Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pimpin Apel Kesiapan Penanggulangan Karhutla di Sanggau, Ini Pesan Danrem 121/ABW ke Satgas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version