• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Sabtu, Januari 24, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Dunia

Taliban Sita Uang dan Emas Para Mantan Pejabat Tinggi Pemerintahan

by Equator News
Kamis, 16 September 2021 18:58
in Dunia
0
0
SHARES
0
VIEWS
Keterangan foto: Dari hasil penyitaan tersebut, Taliban berhasil meraup lebih dari 12 juta dolar AS (lebih dari Rp 170 miliar). (Ilustrasi/Istimewa)
Keterangan foto: Dari hasil penyitaan tersebut, Taliban berhasil meraup lebih dari 12 juta dolar AS (lebih dari Rp 170 miliar). (Ilustrasi/Istimewa)

EQUATOR, Kabul – Pasca berhasil merebut secara damai Kota Kabul pada Minggu tanggal 15 Agustus 2021 lalu, banyak langkah-langkah mengejutkan diambil oleh kelompok Taliban dalam upaya penyelamatan Afghanistan dari ‘kejatuhan’. 

Salah satunya dengan melakukan penyitaan uang tunai dan emas dari sejumlah mantan pejabat pemerintahan sebelumnya. Dimana hal itu dilakukan Taliban demi menyelamatkan posisi bank sentral mereka yang saat ini sedang mengalami ‘krisis’ kekurangan uang.

Dikutip dari Detik.com, Kamis (16/09/2021), langkah ini dilakukan Taliban pada Selasa (14/09/2021). Penggeledahan oleh Taliban terjadi di kediaman mantan Wakil Presiden Amrullah Saleh, dan sejumlah pejabat tinggi pemerintah lainnya.

Dari hasil penyitaan tersebut, Taliban berhasil meraup lebih dari 12 juta dolar AS (lebih dari Rp 170 miliar).

Sebelumnya, bank sentral menyatakan, bank-bank di Afghanistan kehabisan uang tunai sejak Afghanistan dikuasai Taliban. Beberapa bank bahkan dilaporkan berada di ambang penutupan.

Bank-bank yang mengalami kesulitan itu lantas menyampaikan kekhawatirannya perihal kelangkaan uang tunai kepada Taliban. 

Sebagai respon terhadap masalah ini, Taliban pun meluncurkan aksi penyelidikan terhadap aset-aset para mantan pejabat pemerintah yang kemudian berujung pada penyitaan aset.

Sebelumnya, mantan presiden Afganistan Ashraf Ghani juga dituduh melarikan diri dengan membawa uang jutaan dolar. Namun Ghani membantah tuduhan tersebut dengan menyebutnya sebagai tuduhan “tidak berdasar”.

Kembali soal kondisi ‘keuangan negara’, bank-bank di Afghanistan pun terpaksa harus menjatah jumlah uang yang akan dikeluarkan di kantor-kantor cabangnya. Hal ini dilakukan agar bank tidak benar-benar kehabisan uang. Batas penarikan mingguan yang dilaporkan adalah sebesar $200 (sekitar Rp 2,8 juta).

Masalah keuangan di Afganistan turut diperparah dengan dibekukannya aset asing bank sentral sejak Taliban mengambil alih kekuasaan. (FikA)

Next Post
Kepala BNN Kota Singkawang, Kompol Toto Budi, bersama aparat kepolisian, melakukan sosialisasi penanganan dan pengendalian bahaya Narkoba di lingkungan Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah, pada Rabu (15/09/2021 ).

BNN Singkawang Sosialisasi Bahaya Narkoba

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Tak Kompromi Soal Standar K3, PLTU Sukabangun Audit Total Mitra Kerja dan Perketat Pengawasan

Tak Kompromi Soal Standar K3, PLTU Sukabangun Audit Total Mitra Kerja dan Perketat Pengawasan

24 jam ago
Tindaklanjuti Aduan Warga, PUPR Pontianak Pangkas Pohon di Jalan Selat Sumba

Tindaklanjuti Aduan Warga, PUPR Pontianak Pangkas Pohon di Jalan Selat Sumba

3 hari ago
Bupati Ketapang Hadiri Rakenas XVII Apkasi di Batam

Pemkot Pontianak Perpanjang Kerja Sama Lahan untuk Rumkital TNI AL Rahadi Osman

3 hari ago
Bupati Ketapang Hadiri Rakenas XVII Apkasi di Batam

Bupati Ketapang Hadiri Rakenas XVII Apkasi di Batam

3 hari ago
Edi Kamtono Minta PDAM Responsif dan Terus Perkuat Manajemen Risiko Air Bersih

Edi Kamtono Minta PDAM Responsif dan Terus Perkuat Manajemen Risiko Air Bersih

4 hari ago

Trending

  • UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pontianak Kembali Jadi Tuan Rumah Event Berskala Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Desa di Kapuas Hulu Alami Goncangan, Warga Panik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Pontianak Perpanjang Kerja Sama Lahan untuk Rumkital TNI AL Rahadi Osman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Izin Sudah Dicabut, PT Mandara Prima Nusantara Masih Beroperasi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version