
EQUATOR, Ketapang – Seluruh jajaran Manajemen, beserta karyawan PLTU Sukabangun Kabupaten Ketapang menyampaikan duka cita dan simpati mendalam atas insiden yang menimpa pekerja dari mitra kerja PT Limas Anugrah Steel saat menjalankan pekerjaan di area PLTU, Rabu (21/01/2026).
Pihak manajemen PLTU Sukabangun, saat ini telah mengambil langkah-langkah, di antaranya berkoordinasi dengan aparat berwenang dan otoritas terkait.
Selain itu, pihak manajemen juga berkomitmen untuk transparan dalam proses ini guna menemukan akar masalah secara objektif, baik dari sisi prosedur internal maupun pelaksanaan di lapangan oleh mitra kerja, serta memastikan hak keluarga rekan pekerja dari mitra kerja dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Manager PLTU Sukabangun, Zais Ariyono menegaskan bahwa perusahaan tidak akan berkompromi dengan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban dan keluarga. Bagi kami, keselamatan adalah aspek yang tidak bisa ditawar. Kami mengambil tanggung jawab pengawasan ini dengan sangat serius,” katanya.
Dia melanjutkan, selain langkah-langkah tersebut, sebagai upaya tanggap, pihaknya juga telah melakukan penyesuaian sementara pada aktivitas terkait di lokasi untuk melakukan audit kepada seluruh mitra kerja.
“Jika ditemukan celah keamanan atau kelalaian prosedur, kami akan mengambil langkah hukum dan kontraktual yang sangat tegas agar kejadian ini menjadi yang terakhir,” tegas Zais. (dul)