
Sujiwo mengatakan, buka puasa bersama menjadi ajang mempererat persaudaraan dan merajut silaturahmi. Menurutnya, bulan suci Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan yang merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah.
“Pertama, ini adalah momentum Ramadan untuk mempererat tali persaudaraan dan merajut silaturahmi. Bersama kepala perangkat daerah, pimpinan dan anggota DPRD, dan yang paling utama para ulama, habaib, kiai, ustaz, dan pimpinan pondok pesantren,” kata Sujiwo.
Ia menegaskan, keberhasilan dirinya bersama wakil bupati dalam menjalankan roda pemerintahan tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, termasuk unsur TNI, Polri, aparatur pemerintah daerah, hingga doa para tokoh agama.
“Saya dan Pak Wabup sampai di titik ini tidak mungkin tanpa dukungan semua pihak. Tanpa dukungan TNI, Polri, Pak Sekda, jajaran perangkat daerah, Forkopimcam, serta doa para ulama, santri, dan tokoh agama dari berbagai agama,” ujarnya.
Menurut Sujiwo, doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan moral bagi pemerintah daerah dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya yakin tanpa pertolongan Tuhan, kami tidak mungkin sampai di titik ini. Semua ini karena kemudahan dan pertolongan yang Allah berikan,” ucapnya.
Selain tokoh Islam, Sujiwo juga menyinggung peran berbagai tokoh agama lainnya yang turut mendoakan keberhasilan pembangunan di Kubu Raya.
“Apakah itu agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu, saya yakin mereka semua mendoakan kita sehingga Allah memberikan kemudahan,” tuturnya.
Melalui kegiatan buka puasa bersama tersebut, Sujiwo berharap silaturahmi antara pemerintah daerah dan tokoh masyarakat terus terjalin erat.
“Sehingga kebersamaan yang terbangun dapat menjadi kekuatan dalam membangun Kabupaten Kubu Raya ke arah yang lebih baik,” harapnya. (Sul)