
EQUATOR, Ketapang – Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, dengan agenda kedua yang dilaksanakan di Masjid Al-Khair, Dusun Sei Beliung, Desa Sepakat Jaya, Kecamatan Nanga Tayap, Senin (23/02/2026).
Kegiatan Safari Ramadhan diawali dengan kunjungan dan peninjauan koperasi desa di wilayah Kecamatan Nanga Tayap. Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyampaikan bahwa pengembangan koperasi desa merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong perekonomian masyarakat yang berkeadilan.
“Koperasi desa ini bukan sekadar tempat usaha, tetapi menjadi wadah kebersamaan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan koperasi berjalan dengan baik dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga,” ujar Alexander Wilyo.
Bupati menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang Maju dan Mandiri.
Selain meninjau koperasi, Bupati Ketapang juga berdialog langsung dengan masyarakat dan para pengelola koperasi. Dalam dialog tersebut, Bupati mendengarkan aspirasi warga sekaligus memastikan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah dapat berjalan optimal.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Dari sini, kita bisa bersama-sama memperbaiki dan memperkuat program agar tepat sasaran,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan
bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum yang sarat dengan makna kebersamaan.
“Safari Ramadhan ini bukan hanya tentang kunjungan seremonial. Di bulan suci ini, saat hati dilatih untuk lebih sabar, ikhlas, dan peduli, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adalah niat untuk semakin dekat dan menyatu dengan rakyat,” ungkapnya.
Menurutnya, duduk bersama masyarakat di masjid, mendengar cerita dan harapan warga, serta merasakan suasana jelang berbuka puasa menghadirkan kehangatan yang tidak bisa tergantikan oleh pertemuan formal.
“Di sini ada doa yang terucap, ada harapan yang disampaikan, dan ada kebersamaan yang terjalin dalam suasana sederhana namun penuh keberkahan,” lanjutnya.
Bupati juga menekankan bahwa pembangunan tidak semata-mata diukur dari fisik dan program, tetapi juga dari hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang hati yang saling terhubung, kepercayaan yang dijaga, serta kebersamaan dalam melangkah menuju Ketapang yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan,” tegasnya. (Mi)