• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Rabu, Februari 11, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Ketapang

Ruas Jalan Provinsi di Ketapang Rusak Parah, Masyarakat Ketapang Teriak Pemprov dan DPRD Kalbar ke Mana?

by Equator News
Selasa, 13 Januari 2026 14:57
in Ketapang
0
0
SHARES
0
VIEWS
Ruas jalan provinsi di Kabupaten Ketapang rusak parah, berlumpur dan licin, Senin (12/1/2026). (Foto: Istimewa)

EQUATOR, Ketapang — Sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Ketapang hingga kini masih mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi. Warga pun menagih janji Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) serta anggota DPRD Kalbar dari daerah pemilihan Ketapang yang dinilai lamban merespons keluhan tersebut.

Kurniawan (49 tahun), warga Ketapang, mengaku kesal dan kecewa melihat sikap Pemprov dan anggota DPRD Kalbar asal Ketapang yang terkesan diam dan tidak peduli terhadap penderitaan masyarakat.

“Kami sangat kecewa. Kondisi jalan provinsi semakin hancur, seperti ruas Tumbang Titi – Tanjung, Pesaguan – Kendawangan, Sei Gantang – Teluk Batu, dan lainnya. Setiap hari masyarakat mengeluh, tapi tidak ada respons nyata dari Pemprov Kalbar maupun anggota DPRD Kalbar asal Ketapang,” ujar Kurniawan, Senin (12/01/2026).

Menurutnya, meski perbaikan jalan membutuhkan proses, setidaknya Pemprov Kalbar melalui dinas terkait dan para wakil rakyat di DPRD Kalbar menunjukkan kepedulian dengan turun langsung meninjau lokasi.

“Kalau Dinas PUTR Provinsi turun ke lapangan, mereka akan tahu bagaimana penderitaan kami. Begitu juga anggota DPRD Kalbar asal Ketapang, seharusnya mereka paling depan menyuarakan aspirasi kami, bukan justru terkesan diam,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan Rusdi (40 tahun), warga Kecamatan Kendawangan. Ia menilai, Pemprov Kalbar dan DPRD Kalbar asal Ketapang tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat.

“Coba tanya masyarakat, pasti banyak yang kecewa. Kami seperti dibiarkan berteriak sendiri, sementara jalan provinsi rusak parah dan tidak kunjung ditangani,” katanya.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Mochtar, berharap Pemprov Kalbar segera merespons keluhan masyarakat. Ia menegaskan lambannya penanganan justru kerap membuat Pemerintah Kabupaten Ketapang disalahkan.

“Tidak semua masyarakat tahu status jalan tersebut milik provinsi. Akibatnya, Pemkab Ketapang sering disalahkan, padahal kami sudah berupaya mendorong Pemprov Kalbar dengan mengusulkan penanganan sembilan ruas jalan provinsi ke Gubernur Kalbar beberapa bulan lalu,” tegasnya.

Mochtar menilai, Pemprov Kalbar melalui Dinas PUTR Provinsi seharusnya lebih peka dan aktif merespons, baik melalui pernyataan resmi maupun aksi nyata di lapangan.

“Perlu juga disosialisasikan secara jelas ruas jalan mana yang menjadi kewenangan provinsi, agar masyarakat tidak terus menyalahkan Pemkab Ketapang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang, Dennery, menyampaikan bahwa Pemkab Ketapang telah berupaya maksimal membantu penanganan jalan provinsi yang rusak, meskipun bukan kewenangannya.

“Secara administrasi, Bupati Ketapang sudah menyampaikan usulan penanganan jalan provinsi kepada Gubernur Kalbar,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Ketapang juga berinisiatif menyurati perusahaan perkebunan agar membantu penanganan darurat atau fungsional pada beberapa ruas jalan provinsi.

“Upaya tersebut dilakukan di ruas Sei Gantang – Teluk Batu dan Tumbang Titi – Tanjung. Namun karena kondisi tanah yang labil, kerusakan terus berulang dan membutuhkan penanganan khusus dari Pemprov Kalbar,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen belum memberikan tanggapan. Pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp pada Senin (12/1/2026) belum direspons.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah mengusulkan penanganan sembilan ruas jalan provinsi kepada Gubernur Kalbar pada Selasa (18/11/2025).

Ruas-ruas tersebut meliputi Jalan Ketapang – Pesaguan (31,72 km), Pesaguan – Kendawangan (66,5 km), Simpang Sei Gantang – Teluk Batu (73,6 km), Teluk Batu – Simpang Jemayas (29,5 km), Tumbang Titi – Tanjung (31,05 km), Tanjung – Marau (21,3 km), Marau – Air Upas (35,77 km), Air Upas – Manis Mata (36,6 km), serta Nanga Tayap (Simpang Betenung) – Tumbang Titi (36,5 km).

Adapun anggota DPRD Kalbar dari daerah pemilihan Ketapang–Kayong di antaranya Kasdi (PDIP), Yuliani (PAN), M Thohir (PKB), Suma Jenny (Golkar), Rasmidi (Demokrat), dan Kho Susanti (NasDem). (Mi)

Next Post
Selundupkan Sabu dalam Kemasan Kopi, Lansia di Pontianak Diciduk Tim Labubu

Peredaran Sabu Terbongkar di Delta Pawan, Dua Pria Berusia 55 dan 46 Tahun Diciduk Polisi

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Dump Truk Vs Truk Tangki CPO di Trans Kalimantan, Sopir Meninggal Dunia

6 jam ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Sekda Pontianak Tekankan Disiplin dan Profesionalisme ASN PPPK Paruh Waktu

6 jam ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

DWP Pontianak Gelar Bazar Sembako Murah di Halaman Kantor Wali Kota

6 jam ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Pemkot Pontianak Terapkan Manajemen Risiko dan Sosialisasikan Whistleblowing System

6 jam ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Pontianak Utara Sebagai Kawasan Strategis Kota, Biaya Infrastruktur 2026 Capai Rp 63 M

6 jam ago

Trending

  • Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

    Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 12 Finalis Bersaing di Kompetisi Inovasi Kota Pontianak 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Pontianak Jamin Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Jelang Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga BUMN Ini Resmi Dibubarkan Jokowi, Apa Saja dan Apa Alasannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Pers Ketapang Puji Program “AJK Berbagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version