• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Senin, Februari 9, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Ratusan Babi Mati Secara Misterius di Kapuas Hulu

by Equator News
Rabu, 29 September 2021 21:53
in Kesehatan
0
0
SHARES
0
VIEWS
Keterangan foto: Kematian mendadak hewan ternak babi akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. (Ilustrasi/Istimewa)
Keterangan foto: Kematian mendadak hewan ternak babi akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. (Ilustrasi/Istimewa)

EQUATOR, Kapuas Hulu – Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu melaporkan, tidak kurang dari 157 ekor babi milik warga di tiga kecamatan Kabupaten Kapuas Hulu mati secara misterius.

“157 ekor babi yang terlapor ini berada di Kecamatan Putussibau Utara, Putussibau Selatan dan Seberuang,” kata Marytiningsih, Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu baru-baru ini.

Dilansir dari laman Jurnalis.co.id, perempuan disapa Ningsih ini mengatakan, berdasarkan ciri-cirinya, kematian mendadak sejumlah babi ternakan itu akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika.

“Hewan ternak babi itu tiba-tiba lesu tak mau makan dan kulitnya memerah,” ucap Ningsih.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Abdurasyid mengatakan, pihaknya sudah menguji sampel atas kematian hewan ternak babi yang mati di laboratorium Banjarbaru.

“Dari hasil uji laboratorium menunjukan bahwa babi yang mati tersebut terserang ASF,” jelasnya.

Rasyid mengatakan, virus ASF yang menyerang babi ini tidak menular kepada manusia. Hanya menular sesama hewan ternak, terutama babi.

“Kasus kematian babi ini sejak Agustus 2021,” tuturnya.

Atas kejadian ini, kata Rasyid, pihaknya sudah melakukan investigasi dan vaksinasi terhadap hewan ternak tersebut dan melakukan pengambilan sampel terhadap hewan ternak yang ada.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan TNBK, Karantina dan lainnya,” ujarnya.

Rasyid pun meminta kepada masyarakat, apabila terdapat indikasi hewan ternak terkena penyakit demam babi Afrika dan menemukan babi sakit atau mati, diharapkan segera melapor kepada pihaknya atau Penyuluh Pertanian Lapangan setempat 1 kali 24 jam.

“Hewan ternak yang mati, segera dikubur. Dilarang buang ke sungai atau hutan. Ini semua mencegah lebih luas penyakit demam babi Afrika,” pesannya. (FikA)

Next Post
Lodewijk Freidrich Paulus

Golkar Resmi Tunjuk Lodewijk Freidrich Paulus Sebagai Wakil Ketua DPR RI Gantikan Azis Syamsuddin

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Alexander Wilyo Resmi Lantik Pengurus IPSI Ketapang Periode 2025 – 2029

Alexander Wilyo Resmi Lantik Pengurus IPSI Ketapang Periode 2025 – 2029

10 jam ago
Pemkot Pontianak Terus Tingkatkan Kualitas Pedestrian dan Branding Kota

Sekda Pontianak Lulus Seleksi Program Kepemimpinan di Singapura

12 jam ago
Pemkot Pontianak Terus Tingkatkan Kualitas Pedestrian dan Branding Kota

Pemkot Pontianak Terus Tingkatkan Kualitas Pedestrian dan Branding Kota

12 jam ago
Baznas Pontianak Gelar Rakorda IX UPZ Masjid dan Surau se-Kota Pontianak

Baznas Pontianak Gelar Rakorda IX UPZ Masjid dan Surau se-Kota Pontianak

2 hari ago
Perkuat Literasi Media, AJK dan Prodi KPI STAI Al-Haudl Akan Gelar Workshop Jurnalistik

Ikuti Arahan Presiden, Pontianak Dukung Gerakan Indonesia Asri

2 hari ago

Trending

  • Pemkot Pontianak Resmi Luncurkan Imunisasi Kejar JE, Edi Kamtono: Lindungi Anak dari Virus Mematikan

    12 Finalis Bersaing di Kompetisi Inovasi Kota Pontianak 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga BUMN Ini Resmi Dibubarkan Jokowi, Apa Saja dan Apa Alasannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ajukan TPA Sanitary Landfill, Kadis DPCKTRP Sanggau: Berdasarkan DED Rp.20 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PLN Operasikan PLTGU Tambak Lorok 779 MW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proses PAW, Yunita Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Sanggau Periode 2019-2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version