• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Jumat, Februari 6, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Ratusan Babi Mati Secara Misterius di Kapuas Hulu

by Equator News
Rabu, 29 September 2021 21:53
in Kesehatan
0
0
SHARES
0
VIEWS
Keterangan foto: Kematian mendadak hewan ternak babi akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. (Ilustrasi/Istimewa)
Keterangan foto: Kematian mendadak hewan ternak babi akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. (Ilustrasi/Istimewa)

EQUATOR, Kapuas Hulu – Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu melaporkan, tidak kurang dari 157 ekor babi milik warga di tiga kecamatan Kabupaten Kapuas Hulu mati secara misterius.

“157 ekor babi yang terlapor ini berada di Kecamatan Putussibau Utara, Putussibau Selatan dan Seberuang,” kata Marytiningsih, Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu baru-baru ini.

Dilansir dari laman Jurnalis.co.id, perempuan disapa Ningsih ini mengatakan, berdasarkan ciri-cirinya, kematian mendadak sejumlah babi ternakan itu akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika.

“Hewan ternak babi itu tiba-tiba lesu tak mau makan dan kulitnya memerah,” ucap Ningsih.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Abdurasyid mengatakan, pihaknya sudah menguji sampel atas kematian hewan ternak babi yang mati di laboratorium Banjarbaru.

“Dari hasil uji laboratorium menunjukan bahwa babi yang mati tersebut terserang ASF,” jelasnya.

Rasyid mengatakan, virus ASF yang menyerang babi ini tidak menular kepada manusia. Hanya menular sesama hewan ternak, terutama babi.

“Kasus kematian babi ini sejak Agustus 2021,” tuturnya.

Atas kejadian ini, kata Rasyid, pihaknya sudah melakukan investigasi dan vaksinasi terhadap hewan ternak tersebut dan melakukan pengambilan sampel terhadap hewan ternak yang ada.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan TNBK, Karantina dan lainnya,” ujarnya.

Rasyid pun meminta kepada masyarakat, apabila terdapat indikasi hewan ternak terkena penyakit demam babi Afrika dan menemukan babi sakit atau mati, diharapkan segera melapor kepada pihaknya atau Penyuluh Pertanian Lapangan setempat 1 kali 24 jam.

“Hewan ternak yang mati, segera dikubur. Dilarang buang ke sungai atau hutan. Ini semua mencegah lebih luas penyakit demam babi Afrika,” pesannya. (FikA)

Next Post
Lodewijk Freidrich Paulus

Golkar Resmi Tunjuk Lodewijk Freidrich Paulus Sebagai Wakil Ketua DPR RI Gantikan Azis Syamsuddin

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Bocah 4 Tahun yang Tenggelam di Sungai Sekayam Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah 4 Tahun yang Tenggelam di Sungai Sekayam Ditemukan Meninggal Dunia

7 jam ago
Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Sekayam, Tim SAR Turun Lakukan Pencarian

Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Sekayam, Tim SAR Turun Lakukan Pencarian

12 jam ago
TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

Edi Kamtono Berikan Izinkan Terbatas Pesta Kembang Api Saat Imlek

12 jam ago
TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

Pemkot Fokus Bakal Mengkoneksikan Infrastruktur Jalan di Pontianak Tenggara

12 jam ago
TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

12 jam ago

Trending

  • PLN Dukung Penanaman Pohon Serentak di Kalimantan Barat untuk Kelestarian Lingkungan

    PLN Dukung Penanaman Pohon Serentak di Kalimantan Barat untuk Kelestarian Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadisperidagkop dan UM Sanggau Prediksi Puncak Kenaikan Harga Sembako

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memprihatinkan, Khusein Warga Menarin Butuh Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berhadiah Total Rp 480 Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuki Kamar Saham Domestik, Investor Asing Borong 5 Saham Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version