• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Minggu, Maret 1, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Ratusan Babi Mati Secara Misterius di Kapuas Hulu

by Equator News
Rabu, 29 September 2021 21:53
in Kesehatan
0
0
SHARES
0
VIEWS
Keterangan foto: Kematian mendadak hewan ternak babi akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. (Ilustrasi/Istimewa)
Keterangan foto: Kematian mendadak hewan ternak babi akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. (Ilustrasi/Istimewa)

EQUATOR, Kapuas Hulu – Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu melaporkan, tidak kurang dari 157 ekor babi milik warga di tiga kecamatan Kabupaten Kapuas Hulu mati secara misterius.

“157 ekor babi yang terlapor ini berada di Kecamatan Putussibau Utara, Putussibau Selatan dan Seberuang,” kata Marytiningsih, Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu baru-baru ini.

Dilansir dari laman Jurnalis.co.id, perempuan disapa Ningsih ini mengatakan, berdasarkan ciri-cirinya, kematian mendadak sejumlah babi ternakan itu akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika.

“Hewan ternak babi itu tiba-tiba lesu tak mau makan dan kulitnya memerah,” ucap Ningsih.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Abdurasyid mengatakan, pihaknya sudah menguji sampel atas kematian hewan ternak babi yang mati di laboratorium Banjarbaru.

“Dari hasil uji laboratorium menunjukan bahwa babi yang mati tersebut terserang ASF,” jelasnya.

Rasyid mengatakan, virus ASF yang menyerang babi ini tidak menular kepada manusia. Hanya menular sesama hewan ternak, terutama babi.

“Kasus kematian babi ini sejak Agustus 2021,” tuturnya.

Atas kejadian ini, kata Rasyid, pihaknya sudah melakukan investigasi dan vaksinasi terhadap hewan ternak tersebut dan melakukan pengambilan sampel terhadap hewan ternak yang ada.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan TNBK, Karantina dan lainnya,” ujarnya.

Rasyid pun meminta kepada masyarakat, apabila terdapat indikasi hewan ternak terkena penyakit demam babi Afrika dan menemukan babi sakit atau mati, diharapkan segera melapor kepada pihaknya atau Penyuluh Pertanian Lapangan setempat 1 kali 24 jam.

“Hewan ternak yang mati, segera dikubur. Dilarang buang ke sungai atau hutan. Ini semua mencegah lebih luas penyakit demam babi Afrika,” pesannya. (FikA)

Next Post
Lodewijk Freidrich Paulus

Golkar Resmi Tunjuk Lodewijk Freidrich Paulus Sebagai Wakil Ketua DPR RI Gantikan Azis Syamsuddin

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

33 Bus Siap Layani Peserta Mudik Gratis 2026 Pemprov Kalbar

33 Bus Siap Layani Peserta Mudik Gratis 2026 Pemprov Kalbar

12 jam ago
Wako Pontianak Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

PKK Pontianak Bagi-bagi Takjil di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie

1 hari ago
Wako Pontianak Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

Pasutri Lansia Tewas Usai Motor Tabrak Truk di Jalan Sultan Agung Kubu Raya

1 hari ago
Wako Pontianak Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

ASN Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak

1 hari ago
Wako Pontianak Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

Wako Pontianak Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

1 hari ago

Trending

  • Pengurus Podsi Kapuas Hulu menyerahkan piagam dan penghargaan kepada Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat

    Torehkan Prestasi di Malaysia, PODSI Serahkan Piagam dan Penghargaan kepada Pemkab Kapuas Hulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pontianak Raih Penghargaan UHC Pratama dari BPJS Kesehatan, Cakupan JKN Tembus 99,05 persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Ketapang Targetkan RS Pratama Sandai Beroperasi Pertengahan 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Surat Permohonan Audiensi Soal Relokasi Puskesmas Siduk Masih di Meja Ketua DPRD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Tahun Politik, ASN Kemenag Kapuas Hulu Diingatkan Jangan Berpolitik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version