• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Hukum

PT USP FR Kecamatan Jelai Hulu Dihukum Adat

by equator
Jumat, 4 Maret 2022 17:24
in Hukum
0
0
SHARES
0
VIEWS
Pendirian Tugu Perjanjian antara masyarakat dengan PT USP FR dipimpin Patih Jaga Pati Kerajaan Hulu Aik, Alexander Wilyo. Foto: Ist
Pendirian Tugu Perjanjian antara masyarakat dengan PT USP FR dipimpin Patih Jaga Pati Kerajaan Hulu Aik, Alexander Wilyo. Foto: Ist

EQUATOR, Ketapang – Masyarakat Adat Desa Semantun, Kecamatan Jelai Hulu membuka portal adat di beberapa jalan poros milik PT Umekah Sari Pratama (USP) First Resource (FR), Kamis (3/3/2022). Sebagai ganti pembukaan portal, perusahaan menunaikan hukum adat ‘Pendabaran Darah’.

Pembukaan portal adat dilakukan dengan beberapa rangkaian acara adat. Dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo.

Turut hadir para Demong Adat Jelai Sekayuq. Masyarakat Adat 7 Desa Kecamatan Jelai. Para Kades se Kecamatan Jelai. Camat Jelai Hulu. General Manager dan beberapa manager PT USP. Polsek Jelai Hulu. Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan serta Dinas Koperasi Ketapang.

Sekda Ketapang, Alexander Wilyo mengatakan, pemortalan adat berawal dari adanya permasalahan masyarakat adat Desa Semantun dan beberapa Desa sekitar dengan PT USP/FR. Masalahnya terkait adanya warga yang ditahan Kepolisian, serta persoalan utamanya menuntut plasma kemitraan.

Karenanya, pada Kamis pagi telah dilaksanakan beberapa acara adat. Mulai dari pelaksanaan tuntutan hukum adat pendabaran darah. Kemudian pembukaan portal adat di Simpang Tiga Desa Semantun dan Desa Biku Sarana sekaligus pendirian tugu peringatan atau tugu perjanjian.

“Tugu perjanjian ini antara pihak perusahaan dengan masyarakat adat Jelai Sekayuq. Khususnya masyarakat adat Desa Semantun, Desa Biku Sarana, Desa Pakit Selaba, Desa Pelampangan dan pihak Kepolisian,” kata Alex, Jumat (4/3/2022).

Alex yang merupakan Patih Jaga Pati, Desa Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik, bergelar Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua mengaku, sebelumnya ia sempat didatangi 10 demong adat Kecamatan Jelai dan managemen PT USP.

Tujuannya meminta bantuan penyelesaian masalah antara keduanya sebelum didisposisikan Bupati Ketapang menghadiri acara ritual adat.

“Hukum adat diputuskan oleh demong atau temenggung adat. Ritual adat dilaksanakan oleh demong ata temenggung adat atau dukun/baliant yang punya hubungan emosial dan struktural dengan patih atau kerajaan. Jadi sebagai Sekda saya menghadiri acara tersebut dan sebagai Patih memimpin acara ritual adat itu,” jelasnya.

Untuk itu, Alex mengaku bersyukur persoalan bisa mulai menemukan titik terang dengan sudah dihukum adatnya perusahaan, pembukaan portal adat serta adanya pernyataan sikap perusahaan terkait tuntutan masyarakat diharapkan dapat membuat suasana kondusif.

“Kalau peribahasa adat dayaknya darah pulang ke ruang, hati pulang ke dada. Artinya semua kembali normal, tidak ada lagi dendam dan sakit hati, kembali keseimbangan alam, keseimbangan kosmis, baik dengan sesama manusia, dengan tanah arai alam bumi maupun Duata/Tuhan sang Pencipta dan Penguasa alam semesta,” timpalnya.

Sementara Camat Jelai Hulu, Markus membenarkan kalau sudah dilakukan pembukaan portal adat di wilayah PT USP/FR sekaligus telah diberikan hukuman adat terhadap pihak perusahaan yang dipimpin Patih Jaga Pati Desa Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik.

“Perusahaan sudah memenuhi semua tuntutan masyarakat berupa hukum adat,” cetus Camat Jelai Hulu.

Untuk itu, Markus berharap agar hal ini tidak terulang, dan ke depan dapat menjalin komunikasi yang baik antara Perusahaan dan Koperasi. Sehingga kemitraan yang selama ini menjadi harapan dan impian petani dapat terealisasi dengan baik.

“Karena saya yakin jika hak-hak petani terpenuhi maka tidak akan ada portal seperti yang dilakukan kemarin,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan didirikannya tugu perjanjian, diharapkan jika ada permasalah pencurian atau lainnya hendaknya dapat merujuk pada kearifan lokal atau hukum adat, dengan tujuan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat.

“Karena saat pembukaan lahan beradat dengan istilah hidup di adat diam di aturan, dimana bumi di tinjak disitu langit di junjung,” tambahnya. (dul)

Next Post
Tengku Firdaus mengusap air matanya saat pisah sambut di Kejaksaan Negeri Sanggau, Jumat (4/3/2022). Foto: Kiram Akbar/Equator Online

Pisah Sambut Kajari Sanggau, Tengku Firdaus Berlinang Air Mata

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Mayat Bayi Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Tanjung Beringin Kubu Raya

Bom Molotov Sasar SMPN 3 Sungai Raya, Terduga Pelaku Sudah Diamankan

14 jam ago
Mayat Bayi Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Tanjung Beringin Kubu Raya

Mayat Bayi Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Tanjung Beringin Kubu Raya

14 jam ago
Edi-Bahasan Hadiri Rakornas Presiden RI di Bogor, Bahas Penyelarasan Program Strategi Nasional

Edi-Bahasan Hadiri Rakornas Presiden RI di Bogor, Bahas Penyelarasan Program Strategi Nasional

1 hari ago
Dishub Pontianak Akan Terapkan Sistem Satu Arah Jalan Paralel Sungai Raya Dalam Mulai 2 Februari 2026

Dishub Pontianak Akan Terapkan Sistem Satu Arah Jalan Paralel Sungai Raya Dalam Mulai 2 Februari 2026

2 hari ago
Bupati Ketapang Tanam Jagung di Manis Mata

Bupati Ketapang Tanam Jagung di Manis Mata

2 hari ago

Trending

  • SAR Go To School, Program Kantor SAR Pontianak Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

    SAR Go To School, Program Kantor SAR Pontianak Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Fokus Utama Pembangunan Kota Pontianak 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Ketapang Lantik Kades PAW Asam Jelai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinkes Sanggau Gelar Bimtek untuk 48 Petugas Fogging

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version