• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Rabu, Februari 11, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Polisi Libatkan Ahli Bahasa Isyarat Terkait Perampokan Berujung Tewasnya ASN di Kubu Raya

by equator
Sabtu, 10 Mei 2025 01:00
in Berita Daerah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Polisi melakukan olah TKP kasus dugaan perampokan yang dilakukan seorang remaja penyandang disabilitas yang mengakibatkan tewasnya Diah Rindani di Komplek BTN Teluk Mulus, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. (Foto: Polres Kubu Raya)

EQUATOR, Kubu Raya – Kepolisian terus melakukan penyelidikan kasus dugaan perampokan yang dilakukan seorang remaja penyandang disabilitas yang mengakibatkan tewasnya Diah Rindani (36 tahun) di Komplek BTN Teluk Mulus, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (08/05/2025) sekitar pukul 00.00 WIB.

Terduga pelaku merupakan seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun berinisial MRN yang kerap dipanggil OB alias Obama oleh masyarakat sekitar.

Tersangka merupakan penyandang disabilitas bisu dan tuli. Saat ini, pelaku telah diamankan pihak Polres Kubu Raya.

Kasatreskrim Polres Kubu Raya, IPTU Hafiz Febrandani mengatakan, bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Mengingat pelaku merupakan anak di bawah umur dan penyandang disabilitas, pihaknya berkoordinasi dengan tenaga ahli dalam proses pemeriksaannya.

“Karena kondisi tersebut (bisu dan tuli, red), kami melakukan pemeriksaan dengan didampingi ahli bahasa isyarat,” katanya, Jumat (09/05/2025).

Hafiz menyampaikan, kalau pihaknya saat ini masih terus mengembangkan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap latar belakang sebenarnya dari aksi tragis ini.

“Untuk motif dan modus pelaku masih kami dalami. Saat diamankan pun, pelaku sempat melakukan perlawanan,” ujarnya.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku diduga masuk ke rumah korban dari arah belakang, dengan cara memanjat dinding dan masuk melalui jendela. Setelah berhasil masuk, pelaku menuju kamar korban. Diduga Diah sempat melakukan perlawanan kemudian membuat ayah korban datang setelah mendengar teriakan.

Ayah korban, Solikin (61 tahun), yang merupakan seorang Purnawirawan Polri sempat berupaya menghentikan pelaku. Akibatnya, Solikin ikut terluka. Selain Diah dan ayahnya, ada satu korban lainnya dalam peristiwa tersebut.

Diketahui korban Diah merupakan guru sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN). Masih belum diketahui secara pasti mengapa terduga pelaku tega melakukan perbuatan sadis tersebut kepada korban.

Dari informasi yang dihimpun, keluarga korban dikenal baik terhadap terduga pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade menyampaikan, bahwa warga sekitar mendengar suara gaduh dan teriakan histeris dari dalam rumah korban. Merasa curiga, warga kemudian mendatangi lokasi dan masuk ke dalam rumah untuk memastikan apa yang terjadi.

“Warga menemukan korban (Solikin) sudah dalam terbaring di lantai dengan keadaan terluka dan korban (DR) sudah bersimbah darah dengan posisi terbaring di bawah lantai kamarnya. Kemudian sebagian warga mengamankan terduga pelaku yang saat itu masih didalam kamar korban. Sebagian warga membawa kedua korban ke RS Kartika Husada untuk mendapatkan pertolongan medis,” terangnya.

Ade mengatakan, mendapatkan laporan dari warga, petugas gabungan Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Raya langsung mendatangi TKP. Polisi mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti sebuah senjata tajam berupa badik ke Polres Kubu Raya untuk penyidikan lebih lanjut.

“Korban DR dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusukan di beberapa tubuhnya dan pak Solikin sampai saat ini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Kartika Husada,” ungkapnya.

Ade menjelaskan, mengingat kondisi terduga dalam kasus pembunuhan ini memiliki keterbatasan komunikasi, pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan khusus.

“Penyidikan terhadap pelaku turut didampingi oleh ahli audiologi dan speech-language pathologist (SLP) untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur,” jelasnya.

Lebih lanjut Ade memohon agar masyarakat mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian yang sampai detik ini masih bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan secara intensif motif di balik sadisnya pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban.

“Sampai saat ini kami masih bekerja untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan proses hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan humanis, termasuk memperhatikan kondisi khusus pelaku yang merupakan penyandang disabilitas,” pungkas Ade. (Zrn)

Next Post
Tim Jatanras Pontianak Tangkap Penjambret IRT, Satu Pelaku Anak di Bawah Umur

Pastikan Pendidikan Berkualitas Hingga Pelosok, Bupati Alex Sambangi SMP 4 Sungai Laur

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Dump Truk Vs Truk Tangki CPO di Trans Kalimantan, Sopir Meninggal Dunia

28 menit ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Sekda Pontianak Tekankan Disiplin dan Profesionalisme ASN PPPK Paruh Waktu

35 menit ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

DWP Pontianak Gelar Bazar Sembako Murah di Halaman Kantor Wali Kota

38 menit ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Pemkot Pontianak Terapkan Manajemen Risiko dan Sosialisasikan Whistleblowing System

43 menit ago
Kian Sehat dan Transparan, Investasi Kota Pontianak Tembus Rp 1,55 Triliun pada 2025

Pontianak Utara Sebagai Kawasan Strategis Kota, Biaya Infrastruktur 2026 Capai Rp 63 M

48 menit ago

Trending

  • Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

    Peringati HPN 2026, AJK bersama STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Workshop Jurnalistik untuk Mahasiswa dan Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 12 Finalis Bersaing di Kompetisi Inovasi Kota Pontianak 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga BUMN Ini Resmi Dibubarkan Jokowi, Apa Saja dan Apa Alasannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Pontianak Jamin Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Jelang Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Pers Ketapang Puji Program “AJK Berbagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version