• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Minggu, Januari 11, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Pontianak

Pengamen Cilik di Pontianak Tewas Setelah Disiksa Selama Empat Hari

by equator
Rabu, 28 Mei 2025 17:38
in Pontianak
0
0
SHARES
0
VIEWS
Wakasatreskrim Polresta Pontianak AKP Agus dan Kapolsek Pontianak Utara AKP Suryadi saat melakukan koordinasi penanganan kasus kematian pengamen cilik Pontianak atas penyiksaan yang berlangsung selama empat hari di Pontianak Utara. (Foto: Achmad Mundzirin)

EQUATOR, Pontianak – Potret kelam kekerasan dalam rumah tangga kembali menyentak nurani bangsa. Seorang bocah berkebutuhan khusus berusia 9 tahun ditemukan tewas mengenaskan setelah diduga disiksa selama empat hari penuh oleh kekasih ibunya sendiri.

Kejadian memilukan ini terjadi di wilayah Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Korban yang sehari-harinya bekerja sebagai pengamen itu menghembuskan nafas terakhir pada Rabu 27 Mei 2025. Kematiannya baru dilaporkan ke Polsek Pontianak Utara sehari kemudian, saat jenazah hendak dimakamkan.

“Korban meninggal dunia diduga akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh pacar ibunya sendiri,” tegas Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Agus Haryono saat dikonfirmasi, Rabu (28/05/2025).

Pelakunya berinisial APR, seorang pria dewasa. Ia tega melampiaskan kemarahannya kepada anak kecil yang bahkan kesulitan berkomunikasi—hanya gara-gara sakit hati lantaran makanan telat disajikan oleh ibu korban.

“Pelaku kesal karena makanannya tidak cepat disiapkan, lalu melampiaskan amarah ke anak,” ungkap Agus geram.

Tidak cukup satu kali, penganiayaan dilakukan bertubi-tubi sejak tanggal 24 Mei hingga akhirnya korban meregang nyawa. Luka lebam ditemukan di wajah, tubuh, tangan dan kaki korban. Diduga, korban mendapat hantaman benda tumpul, dibanting ke lantai, hingga dipukuli dengan tangan kosong.

Tragisnya, sang ibu juga menjadi korban kebiadaban ABR. Namun ketakutan membuatnya bungkam. Kenyataan ini akhirnya terbongkar saat kakak pelaku sendiri melaporkan kejanggalan saat melihat tubuh bocah penuh lebam itu hendak dimakamkan.

Kini, jenazah korban telah diautopsi di RS Bhayangkara Anton Soejarwo. Sementara pelaku, telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 351 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara. (Zrn)

Next Post
Pengamen Cilik di Pontianak Tewas Setelah Disiksa Selama Empat Hari

Polisi Ungkap Kasus Dugaan Penggelapan Alat Panen Sawit oleh Karyawan PT MAR

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Ngaku Petani, Pria di Kubu Raya Ditangkap Ketahuan Edarkan Sabu “Paket Hemat”

Ngaku Petani, Pria di Kubu Raya Ditangkap Ketahuan Edarkan Sabu “Paket Hemat”

12 jam ago
Pria di Kubu Raya Hilang Saat Memancing, Sampan Ditemukan Terombang-ambing

Indeks Pelayanan Publik Pontianak Duduki Peringkat ke-7 Kota se-Indonesia

17 jam ago
Pria di Kubu Raya Hilang Saat Memancing, Sampan Ditemukan Terombang-ambing

Sekda Ketapang Pimpin Pelantikan 15 Pejabat Administrator dan Pengawas

1 hari ago
Pria di Kubu Raya Hilang Saat Memancing, Sampan Ditemukan Terombang-ambing

Pemkot Balikpapan Kunjungi Pontianak, Belajar Pelayanan Publik

1 hari ago
Pria di Kubu Raya Hilang Saat Memancing, Sampan Ditemukan Terombang-ambing

Pria di Kubu Raya Hilang Saat Memancing, Sampan Ditemukan Terombang-ambing

1 hari ago

Trending

  • UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Kalbar Geledah Lima Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Tambang Bauksit PT Laman Mining

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Kalbar Geledah Kantor KSOP Ketapang, Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Bauksit PT Laman Mining

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semangat Hari Pahlawan, PLN Teguhkan Komitmen Menjaga Terang Negeri melalui Program Care for Asset

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbang ke Jakarta, Bupati Alexander Perjuangkan 47 Desa di Ketapang Bebas Gelap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version