• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Kamis, Januari 29, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Pemkab Sanggau Bertekad Turunkan Angka Stunting pada 2022

by equator
Rabu, 6 April 2022 11:35
in Kesehatan, Sanggau
0
0
SHARES
0
VIEWS
Najori
Najori

EQUATOR, Sanggau – Angka Stunting pada Anak di Kabupaten Sanggau terbilang tinggi. Berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, angka stunting di Bumi Daranante pada tahun 2021 tercatat mencapai 26 persen.

Survei itu dilakukan setiap tahun di seluruh provinsi dan kabupaten se Indonesia. Dari 163 desa dan 6 kelurahan di Kabupaten Sanggau, hanya sekitar 33 desa yang diambil sebagai sampel. Studi Kemenkes itu untuk perencanaan pembangunan kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Sanggau, Najori berpandangan, hasil studi Kemenkes memang rill karena dilakukan di lapangan. Tapi tidak mewakilli desa se Kabupaten Sanggau.

“Sementara hasil itu tidak bisa kita ambil kesimpulan. Karena by name by addres itu tidak bisa kita dapatkan dari survei itu,” kata Najori ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/4/2022).

Melihat data terbilang tinggi, Pemerintah Kabupaten Sanggau menargetkan angka stunting turun hingga di angka 18 persen pada Tahun 2022.

Dinkes Sanggau telah melakukan pendataan melalui Elektornik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Masyarakat (EPPGM). Hasilnya, data stunting di Kabupaten Sanggau untuk tahun 2021 di angka 21,03 persen dari 19651 balita di Sanggau.

“Data ini adalah data yang riil karena dilakukan di lapangan. Teman-teman kita mengambil data sewaktu di Posyandu atau masyarakat secara langsung. Yang jadi permasalahan adalah, karena data tersebut belum sampai 100 persen. Karena dari 19651 balita di Sanggau, kita baru 52 persen (dienteri). Itulah yang menjadi permasalahan. Makanya data itu tak bisa dijadikan patokan untuk data stunting,” jelasnya.

Meski demikian, kata Najori, data dari EPPGM itu tetap dilaporkan ke pemerintah pusat. Diakuinya pada tahun 2020 jumlah stunting di Sanggau mencapai 28 persen. Cukup tinggi.

“EPPGM dilakukan rutin setiap bulan. Setiap hari datanya meningkat terus. EPPGM adalah data bagaimana bisa mengintervensi hasil data teman-teman di lapangan,” kata dia.

Najori mengungkapkan penurunan angka stunting masih belum mencapai target. Pada tahun 2020 targetnya di angka 24 persen. Untuk tahun 2021, target di angka 22 persen. Sedangkan 2022, targetnya 18 persen.

“Sampai nanti di 2024 targetnya 14 persen. Upayanya, salah satunya kita kembali ke kerangka stunting. Kalau kita di dunia kesehatan. Kita lebih fokus pada ibu hamil dan 1000 hari kehidupan. Pemeriksaan ibu hamil harus rajin,” kata Najori.

Ia menambahkan, jangan sampai gizi kurang pada ibu hamil. “Supaya setelah bayi lahir, anaknya tidak pendek. Setiap bulannya diukur, harus datang ke Posyandu sampai umur lima tahun,” tutup Najori. (KiA)

Next Post
Kasi Pidsus Kejari Sanggau, Agus Supriyanto menyerahkan uang denda Rp 200 juta ke Kas Negara melalui Bank Mandiri Cabang Sanggau, Rabu (6/4/2022). Foto: Ist

Nurcahyo Wiyono Serahkan Denda Rp200 Juta ke Kejari Sanggau

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

15 jam ago
Wali Kota Pontianak Buka Musda II Aptrindo Kalbar

Wali Kota Pontianak Buka Musda II Aptrindo Kalbar

23 jam ago
HUT Pemprov Kalbar 2026, Bahasan Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Bangun Daerah

Kue Batang Burok dan Tari Timang Banjar Pontianak Resmi Masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia

1 hari ago
HUT Pemprov Kalbar 2026, Bahasan Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Bangun Daerah

Pemkot Pontianak Boyong Dua Penghargaan di HUT Pemprov Kalbar 2026

1 hari ago
HUT Pemprov Kalbar 2026, Bahasan Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Bangun Daerah

HUT Pemprov Kalbar 2026, Bahasan Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Bangun Daerah

1 hari ago

Trending

  • PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

    PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kompromi Soal Standar K3, PLTU Sukabangun Audit Total Mitra Kerja dan Perketat Pengawasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • La Bondo Sempat Mau Bunuh Diri di Markas Polda Kalbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Ketapang Terima Audiensi KKP Pratama, Sepakat Perkuat Sinergi Optimalisasi Pajak Pusat di Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version