• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Selasa, Februari 17, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Pontianak

Pawai Obor dan Pesta Kembang Api Bisa Jalan Bareng, Edi: Toleransi Hidup dan Nyata di Pontianak

by Equator News
Selasa, 17 Februari 2026 02:06
in Pontianak
0
0
SHARES
0
VIEWS
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berbaur bersama peserta pawai obor di Jalan Ahmad Yani. (Foto: Prokopim/Kominfo Pontianak)

EQUATOR, Pontianak – Dua cahaya berbeda, dua bahana berbeda, dua tradisi berbeda, namun berpadu dalam satu ruang yang sama di Kota Pontianak, Senin (16/2/2026) malam.

Di satu sisi, suara takbir menggema, umat muslim gempita menyambut Ramadan tiba. Sedang di sudut lain, seperti Jalan Gajahmada, lampion merah bergantung anggun menyambut Tahun Baru Imlek. Suara petasan dan kembang api pun bersahutan di langit Khatulistiwa.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyebut, momentum ini sebagai wajah toleransi yang hidup dan nyata. Pawai obor dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah berjalan berdampingan dengan malam pergantian tahun Imlek. Tidak ada yang saling meniadakan. Justru saling melengkapi.

“Ini adalah kegiatan budaya, keagamaan, dan religi. Komitmen kita menyambut bulan suci Ramadan harus kita laksanakan dengan lebih baik. Tapi pada saat yang sama, kita juga menghormati saudara-saudara kita yang merayakan Imlek,” ujarnya usai mengikuti pawai obor yang dilangsungkan di halaman Masjid Raya Mujahidin.

Menurut Edi, pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah simbol semangat menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Pemerintah Kota sebelumnya juga menggelar Pawai Ta’aruf sebagai bagian dari rangkaian menyemarakkan Ramadan. Namun di balik semarak cahaya, ia mengingatkan hal yang lebih penting, bagaimana warga kota saling menjaga keamanan dan ketertiban.

Kota Pontianak, katanya, harus tetap harmonis dan toleran. Ia mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan di jalan, menjaga kebersihan, serta menunjukkan akhlak Islami dalam berinteraksi dengan siapa pun.

“Tunjukkan bahwa kita umat Islam yang berpegang pada Al-Qur’an dan Hadis. Jaga ukhuwah Islamiyah, jaga keselamatan, jangan sampai merusak. Kita ingin semua kegiatan berjalan lancar dan kita bisa kembali ke rumah dengan aman,” pesannya.

Sementara itu, di waktu bersamaan, Festival Pawai Obor 2026 juga digelar di Kecamatan Pontianak Barat. Ratusan peserta dengan berbagai kostum dilengkapi obor berparade mulai dari Jalan Karet dan finish di GOR Bulu Tangkis Jalan Tabrani Ahmad.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengatakan, pawai obor tidak hanya menjadi tradisi religi, tetapi juga memiliki potensi sebagai daya tarik pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

“Melalui pawai obor ini, kita ingin menunjukkan bahwa pariwisata di Kota Pontianak tidak hanya berbasis hiburan, tetapi juga berlandaskan nilai budaya, religi, dan kearifan lokal sehingga memberikan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat dan wisatawan,” ujarnya usai acara.

Bahasan menambahkan, momentum menyambut Ramadan dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berdampak pada ekonomi kreatif, tanpa menghilangkan nilai sakral ibadah.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah, menumbuhkan rasa persaudaraan, serta memperkuat nilai-nilai religi di tengah masyarakat Kota Pontianak,” katanya.

Menurutnya, antusiasme peserta mencerminkan kesiapan masyarakat, khususnya umat Muslim, dalam menyambut Bulan Ramadan. Ia berharap ibadah puasa tahun ini dapat dijalani dengan khusyuk dan membawa keberkahan.

Pemkot Pontianak, lanjut Bahasan, berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan religi agar dapat dilaksanakan secara aman, tertib, dan berkelanjutan, serta menjadi agenda rutin dalam kalender event pariwisata daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat yang telah berperan aktif menyukseskan kegiatan ini sehingga berjalan tertib, aman, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Ia berharap tradisi Pawai Obor terus terpelihara dan mampu memperkuat citra Kota Pontianak sebagai destinasi religi dan budaya.

“Semoga cahaya obor yang kita arak malam ini menerangi langkah kita menyambut Ramadan dan memperkuat citra Kota Pontianak sebagai destinasi religi dan budaya,” tutup Bahasan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Pontianak Rizal Al Mutahar menyebut Pawai Obor melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak hingga kelompok majelis taklim.

“Pawai obor ini dilaksanakan dalam rangka mempererat silaturahmi. Banyak yang terlibat, mulai dari anak-anak, remaja masjid, majelis taklim, dan komunitas lainnya,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan komunitas memberi nilai budaya yang kuat dalam menyemarakkan syiar keagamaan menjelang bulan Ramadan.

“Komunitas-komunitas ini memberikan budaya yang luar biasa untuk menjaga tradisi dan menyemarakkan syiar dalam menyambut Bulan Ramadan,” katanya.

Rizal berharap, kegiatan serupa dapat dikelola lebih merata di setiap kecamatan agar tidak terpusat di satu lokasi dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami berharap pengelolaan kegiatan seperti ini bisa lebih merata. Tidak hanya di satu tempat, tetapi dibagi di setiap kecamatan sehingga semarak syiar agama bisa dirasakan lebih luas,” jelasnya.

Menurut dia, kegiatan pawai juga dapat disinergikan dengan berbagai komunitas dan kelompok masyarakat lainnya agar partisipasi semakin luas dan suasana semakin semarak.

“Ke depan, pawai-pawai ini perlu diatur dengan rambu dan ritme yang menarik, sehingga kelompok-kelompok masyarakat bisa semakin berpartisipasi,” tambahnya.

Rizal menyebut kegiatan Pawai Obor di kawasan Jalan Karet telah berlangsung untuk ketiga kalinya dan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Kalau tidak salah, ini sudah kegiatan yang ketiga kalinya sejak diselenggarakan di Jalan Karet. Alhamdulillah berjalan dengan baik sesuai jadwal,” pungkasnya.

Di kota yang disatukan Sungai Kapuas ini, obor dan lampion menjadi metafora kebersamaan. Cahaya berbeda, tetapi sama-sama menerangi. Pontianak kembali membuktikan, di tengah keberagaman, harmoni tetap menjadi pilihan. (M@nk)

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Pawai Obor dan Pesta Kembang Api Bisa Jalan Bareng, Edi: Toleransi Hidup dan Nyata di Pontianak

Pawai Obor dan Pesta Kembang Api Bisa Jalan Bareng, Edi: Toleransi Hidup dan Nyata di Pontianak

3 jam ago
Kunjungi Desa Semandang Kiri, Bupati Ketapang Tegaskan KDMP Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Masyarakat Desa

Asisten Setda Ketapang Lepas Pawai Tarhib Ramadhan, Tekankan Makna Spiritual dan Kepedulian Sosial

14 jam ago
Kunjungi Desa Semandang Kiri, Bupati Ketapang Tegaskan KDMP Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Masyarakat Desa

Kunjungi Desa Semandang Kiri, Bupati Ketapang Tegaskan KDMP Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Masyarakat Desa

14 jam ago
HPN 2026, Asmo Kalbar Beri Kado Service Motor Gratis dan Edukasi Safety Riding untuk Insan Pers

HPN 2026, Asmo Kalbar Beri Kado Service Motor Gratis dan Edukasi Safety Riding untuk Insan Pers

18 jam ago
Pemkot Pontianak Lakukan Penyesuaian Jam Kerja ASN Selama Ramadan 2026

Pontianak City Run 2026 Diikuti 6 Ribu Pelari

2 hari ago

Trending

  • PAPDI Kalbar Salurkan Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas di Ketapang

    PAPDI Kalbar Salurkan Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas di Ketapang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Juhendro Resmi Jabat Ketua IDI Ketapang Masa Bakti 2023 – 2028

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TMMD ke-127 Dimulai, Bupati Ketapang Harap Percepat Pembangunan Desa dan Hidupkan Gotong Royong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Agrinas Palma Nusantara, Hadir Dekat dengan Rakyat Lewat Aksi Sosial di Kalbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Pontianak teken MoU dengan BPJS, Perluas Perlindungan Jaminan Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version