• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Senin, Maret 2, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Minta Kaji Ulang Pelarangan Jual-Beli Pakaian Lelong, Wakil Ketua DPRD Sanggau: Banyak Orang Tergantung dari Kegiatan Itu

by EQUATOR
Selasa, 28 Maret 2023 19:19
in Berita Daerah, Ekonomi, Goverment, Sanggau
0
0
SHARES
0
VIEWS
Foto--Timotius Yance
Foto–Timotius Yance

 

EQUATOR, SANGGAU. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Timotius Yance berharap pemerintah pusat mengkaji ulang larangan jual-beli pakaian bekas impor (thrifting) atau lelong. Pasalnya, tak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidup dari jual-beli lelong.

“Harus dikaji, mungkin kaitannya dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Itu yang penting. Kalau kita “matikan” mereka, saya pikir ribuan orang yang tergantung dengan kegiatan ini. Untuk itu bagaimana mencari solusi yang terbaik. Mereka diberdayakan dan pemerintah daerah ada pemasukan,” katanya kepada wartawan, Senin (27/03/2023).

Terkait alasan bahwa jual-beli lelong dapat mematikan industri tekstil, Yance menilai alasan tersebut tidak cukup. Menurutnya pakaian lelong ada pangsa pasarnya sendiri. Menengah ke bawah.

“Sasarannya akar rumput. Saya rasa tidak saling mematikan. Kita minta kaji ulang. Jangan dimatikan. Kalau ada satu permasalahan sedikit semuanya dimatikan. Ini kebiasan yang tidak baik,” ujarnya.

Disinggung Kabupaten Sanggau kerap menjadi jalur masuknya pakaian bekas impor, politisi Golkar tersebut punya pandangan sendiri.

“Kalau memang tidak ada legalitasnya harus berpikir bagaimana ada legalitasnya. Sehingga tidak harus saling “membunuh”. Masyarakat yang berusaha pun nyaman, pemerintah dalam hal ini Bea Cukai juga lebih aman karena ada aturan yang mengaturnya,” pungkas Yance.

Sementara itu, salah seorang pedagang lelong di Kota Sanggau, Wandi mengaku sejak 2007 menekuni usaha tersebut dan belum pernah menerima keluhan dari konsumennya.

“Belum tentu kan barang dagangan pakaian bekas import atau lelong ini berbahaya,” ujar Wandi yang berjualan di halaman parkir kantor pos Kota Sanggau kepada suara pemred.

Wandi mengaku, barang dagangan impornya selama ini ia membeli dari secara bal dari Kota Pontianak. Setelah mendapatkan barang, ia tidak langsung menjualnya. Akan tetapi, terlebih dahulu merendam pakaian dan mencucinya dengan air hangat agar bersih. Sehingga, berani menjamin barang dagangannya dijual dalam keadaan bersih.

“Seharusnya pemerintah memberikan pembinaan agar para pedagang lelong ini tetap dapat berjualan tanpa merugikan konsumen. Jangan langsung mengumumkan larangan. Memikirkan nasib kami ke depan jika di larang berjualan lelong ini,” ujarnya. (KiA)

Next Post
Foto---Wakil Ketua DPRD Sanggau, Acam 

Acam Sebut Ada Tiga Puskesmas se-Kabupaten Sanggau Belum Diperbaiki

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Wako Edi Kamtono Apresiasi Penyelenggaraan Eksibisi Olahraga Domino oleh Orado

Wako Edi Kamtono Apresiasi Penyelenggaraan Eksibisi Olahraga Domino oleh Orado

11 jam ago
Pemkab Ketapang Gelar Sosialisasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Pemkab Ketapang Gelar Sosialisasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

14 jam ago
Youtuber Bali Andy Opa Gaul Terkesan Kemeriahan Cap Go Meh di Pontianak

Youtuber Bali Andy Opa Gaul Terkesan Kemeriahan Cap Go Meh di Pontianak

20 jam ago
33 Bus Siap Layani Peserta Mudik Gratis 2026 Pemprov Kalbar

33 Bus Siap Layani Peserta Mudik Gratis 2026 Pemprov Kalbar

2 hari ago
Wako Pontianak Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

PKK Pontianak Bagi-bagi Takjil di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie

3 hari ago

Trending

  • Youtuber Bali Andy Opa Gaul Terkesan Kemeriahan Cap Go Meh di Pontianak

    Youtuber Bali Andy Opa Gaul Terkesan Kemeriahan Cap Go Meh di Pontianak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pontianak Raih Penghargaan UHC Pratama dari BPJS Kesehatan, Cakupan JKN Tembus 99,05 persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAPDI Kalbar Salurkan Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas di Ketapang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Ketapang Targetkan RS Pratama Sandai Beroperasi Pertengahan 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Torehkan Prestasi di Malaysia, PODSI Serahkan Piagam dan Penghargaan kepada Pemkab Kapuas Hulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version