EQUATOR, Kubu Raya – Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar bisa bernilai ekonomis.
“Seperti di pemukiman di Sungai Raya Dalam ini, kita panen melon dengan nilai ekonominya yang lumayan,” kata Bupati Sujiwo saat memanen melon di lahan Koperasi Desa Merah Putih Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Minggu (15/3/2026).
Sujiwo mengatakan, kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Sukiryanto akan mengoptimalkan konsep pemberdayaan masyarakat, mulai dari kecamatan, desa, hingga kelompok terkecil yakni rumah tangga-rumah tangga.
“Apakah itu perikanan, seperti ini paling kecil di depan ini (selokan). Sebenarnya ketika kita bersihkan, kemudian kita dalamkan sedikit, kemudian diberi ambang tinggi (pembatas). Kalau dia curah hujan tinggi, airnya lewat. Tapi kalau curah hujan rendah atau kemarau, bisa menahan air. Paling tidak ikan lele masih bisa hidup, sehingga setiap kompleks dimanfaatkan semua area kosongnya. Termasuk untuk (menanam) hortikultura, buah-buahan, dan sayur mayur,” jelasnya.
Sujiwo berharap, konsep pemberdayaan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lahan yang ada dapat diwujudkan.
“Apalagi dengan konsep yang hidroponik seperti ini, bisa menggandeng anak-anak generasi Z. Karena ketika bertani dengan cara modern seperti hidroponik, maka tidak akan kotor dan bisa menarik. Mereka juga tidak akan gengsi. Yang pasti akan tertarik,” tuturnya.
Sujiwo mengapresiasi pengurus KDMP Sungai Raya Dalam yang telah berhasil memanfaatkan pekarangan yang ada. Ia mengucapkan terima kasih atas transfer pengetahuan kepada masyarakat.
“Saya berharap Koperasi Desa Merah Putih bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Nanti kita akan rapatkan,” katanya.
Sujiwo menyatakan komitmennya menjadikan desa-desa sebagai sentra-sentra ketahanan pangan.
“Ini kan ada nilai bisnisnya. Tadi saya tertarik banget. Di lahan ukuran 20×20 meter, sekali panen bisa menghasilkan sekitar Rp160 juta dengan durasi 60 hari,” ungkapnya.
Lebih jauh Sujiwo menambahkan akan menerapkan konsep tersebut di pondok-pondok pesantren. Diharapkan ke depan pondok pesantren sekaligus bisa menjadi destinasi agrowisata.
“Ada nilai wisatanya, ada nilai edukasinya, bawa keluarga yang suka bikin konten, kita bisa bersama-sama jadikan tempat ini lebih menarik,” harapnya. (Sul)








Beri dan Tulis Komentar Anda