• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Jumat, Januari 9, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Ketapang

Mamalia Laut Langka Ditemukan Tewas, Tim Konservasi Turun Tangan

by equator
Jumat, 20 Juni 2025 20:56
in Ketapang
0
0
SHARES
0
VIEWS
Warga dan tim gabungan mengamati bangkai dugong yang ditemukan mati di perairan Kendawangan, Sabtu (15/6/2025). (Foto: Tim Yiari)

EQUATOR, Ketapang – Seekor mamalia laut langka, dugong juga dikenal sebagai duyung, ditemukan dalam keadaan mati di perairan Legun Belanda, Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Sabtu (15/06/2025).

Penemuan dugong tersebut pertama kali dilaporkan oleh nelayan setempat kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Cempedak Lestari. Menindaklanjuti laporan itu, Pokmaswas bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cempedak Jaya dan warga Pulau Cempedak segera melakukan evakuasi bangkai dugong ke daratan.

Tim Gabungan Lakukan Tindakan

Keesokan harinya, Minggu (16/06/2025), tim gabungan yang terdiri dari Yayasan WeBe, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (Yiari), Lanal Ketapang, Pokmaswas Cempedak Lestari, Pokdarwis Cempedak Jaya, Polairud Kendawangan, serta perwakilan Pemerintah Kecamatan dan Desa Kendawangan Kiri, bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Proses nekropsi (bedah bangkai) dilakukan oleh dokter hewan dari Yiari, Komara, dengan dukungan personel Lanal Ketapang dan masyarakat setempat.

“Hasil nekropsi menunjukkan adanya perubahan pada organ paru-paru. Kami menduga dugong ini terjerat jaring, tidak bisa naik ke permukaan untuk bernapas, lalu tenggelam dan mati,” jelas Komara.

Ketua Pokdarwis Cempedak Jaya, Tono mengungkapkan keprihatinannya atas matinya mamalia laut yang dilindungi itu.

Ia menuturkan bahwa padang lamun yang menjadi habitat utama dugong kini mengalami kerusakan serius akibat aktivitas manusia.

“Kami sedih melihat dugong sebesar ini mati. Dulu padang lamun di sekitar sini sangat lestari, tapi sekarang mulai rusak. Banyak kapal besar, limbah sawit, dan aktivitas tambang yang mengancam kehidupan laut,” kata Tono.

Menurutnya, keberadaan dugong sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut serta menunjang keberlanjutan mata pencaharian nelayan lokal.

Sementara itu, Direktur Utama Yayasan WeBe, Setra turut mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam pelaporan penemuan dugong tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi peran masyarakat. Keterlibatan mereka sangat penting untuk menjaga keberadaan populasi dugong di perairan Kendawangan,” ujarnya. (Mi)

Next Post
Panti Sosial di Kubu Raya Kebakaran, Seorang Lansia Meninggal Terjebak Api

Panti Sosial di Kubu Raya Kebakaran, Seorang Lansia Meninggal Terjebak Api

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Kota Pontianak Capai Angka 99,36 persen Pemanfaatan Aplikasi E-Kinerja BKN 202

Kota Pontianak Capai Angka 99,36 persen Pemanfaatan Aplikasi E-Kinerja BKN 202

1 jam ago
Perkuat Transformasi Digital, Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025

Perkuat Transformasi Digital, Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025

24 jam ago
Inflasi Pontianak Terkendali, Sekda Tekankan Akurasi Laporan TPID

Pemkot Pontianak Bakal Bangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Tahun Ini

1 hari ago
Inflasi Pontianak Terkendali, Sekda Tekankan Akurasi Laporan TPID

Inflasi Pontianak Terkendali, Sekda Tekankan Akurasi Laporan TPID

1 hari ago
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

1 hari ago

Trending

  • UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Kalbar Geledah Lima Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Tambang Bauksit PT Laman Mining

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Kalbar Geledah Kantor KSOP Ketapang, Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Bauksit PT Laman Mining

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Pontianak Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Banjir Rob Januari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbang ke Jakarta, Bupati Alexander Perjuangkan 47 Desa di Ketapang Bebas Gelap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version