• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Sabtu, November 29, 2025
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Budaya

Kenapa Anak Laki-laki Sering Dididik Tidak Boleh Menangis?

by Equator News
Sabtu, 25 September 2021 20:16
in Budaya
0
0
SHARES
0
VIEWS
Keterengan foto: Menangis. (Ilustrasi/Internet/Istimewa)
Keterengan foto: Menangis. (Ilustrasi/Internet/Istimewa)

EQUATOR, Jakarta – Mungkin banyak yang bertanya, kenapa anak laki-laki sering dididik oleh orang tuanya tidak boleh menangis, ketimbang anak perempuan?

“Secara tradisional, laki-laki dipandang lemah atau tidak jantan dalam beberapa hal jika mereka mengekspresikan diri mereka melalui tangisan,” kata psikolog, Fiona Forman, seperti dilansir dari laman Tempo.co, Sabtu (25/09/2021).

Fiona menyampaikan, seringkali orangtua mengajari anak laki-laki supaya tidak boleh menangis dan menekan emosi mereka. Orangtua seperti itu mungkin merasa sudah melindungi anak laki-laki dari penilaian orang lain dan mempersiapkan anak laki-lakinya untuk menghadapi ‘dunia nyata’.

Tetapi, mendorong anak laki-laki untuk menekan emosi mereka bisa merusak kesehatan mental mereka di kemudian hari. Dengan meningkatnya depresi bagi pria, bunuh diri adalah penyebab utama kematian pria muda.

Karena menangis, lanjut Fiona, adalah ekspresi yang sangat sehat untuk mengekspresikan kesedihan dan kekecewaan. Menekan ekspresi untuk tidak menangis, bisa menyebabkan anak laki-laki menjadi terbiasa untuk tidak menangis.

“Dalam jangka panjang, ini dapat berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk mengelola emosi ini dan tentu saja akan berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Dan mungkin pada kemampuan mereka untuk membentuk hubungan yang dekat, terbuka, dan jujur sebagai orang dewasa,” katanya.

Masih berdasarkan ulasan Tempo.co, menurut orang Samaria di Irlandia, pria empat kali lebih mungkin untuk bunuh diri dibandingkan wanita. Tingkat bunuh diri tertinggi untuk pria berusia 25 hingga 34 tahun.

Dalam penelitian tentang tingkat bunuh diri, salah satu alasan untuk mengakhiri hidup adalah budaya. Pria diharapkan supaya kuat, tabah, dan tidak emosional. Paradigma laki-laki alfa ini bisa bersifat destruktif bagi para pria. (FikA)

Next Post
Bursa investasi saham

Warning: Enam Data Finansial Ini Tidak Boleh Disebar Oleh atau Kepada Siapapun

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Bunda PAUD Pontianak Ajak Tenaga Pendidik Terapkan Ilmu Pelatihan Dasar

Bunda PAUD Pontianak Ajak Tenaga Pendidik Terapkan Ilmu Pelatihan Dasar

4 jam ago
Gapki Kalbar Apresiasi Inisiatif Journalist Collaboration Forum Lewat Program CSR Connect Kalbar 2025

Gapki Kalbar Apresiasi Inisiatif Journalist Collaboration Forum Lewat Program CSR Connect Kalbar 2025

21 jam ago
Wali Kota Musnahkan 3.560 Layangan Hasil Razia Satpol PP Pontianak

Wali Kota Lantik Pengurus Pokja Bunda PAUD Pontianak 2025 – 2030

1 hari ago
Polres Pontianak Ungkap Sejumlah Pelanggaran pada Hari ke-11 Ops Zebra Kapuas 2025

Wali Kota Musnahkan 3.560 Layangan Hasil Razia Satpol PP Pontianak

1 hari ago
Polres Pontianak Ungkap Sejumlah Pelanggaran pada Hari ke-11 Ops Zebra Kapuas 2025

Momen HUT ke-54 Korpri, ASN Pontianak Dituntut Responsif dengan Perubahan

1 hari ago

Trending

  • Jelang HUT, AJK Audiensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri dan Ketua DPRD

    Jelang HUT, AJK Audiensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri dan Ketua DPRD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengurus BPD HIPMI Kalbar 2025 – 2028 Resmi Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gapki Kalbar Apresiasi Inisiatif Journalist Collaboration Forum Lewat Program CSR Connect Kalbar 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • La Bondo Sempat Mau Bunuh Diri di Markas Polda Kalbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DIB Salurkan Lampu Celup kepada Ratusan Nelayan Pelapis di Masa Puncak Tangkap Ikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version