• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Jumat, Januari 30, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Kubu Raya

Karyawan Peternakan Ayam di Kubu Raya Tewas Tersengat Listrik

by Equator News
Jumat, 30 Januari 2026 10:49
in Kubu Raya
0
0
SHARES
0
VIEWS

EQUATOR, Kubu Raya – Seorang karyawan peternakan ayam petelur di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar istirahatnya. Korban diduga tewas akibat tersengat aliran listrik saat mengisi daya telepon genggam.

Korban diketahui bernama Desta Ramandus (18 tahun). Ia ditemukan tak bernyawa di kamar karyawan yang berada di area Peternakan Ayam Petelur PT Tata Mulia Fortuna, Jalan Madu Sari, Dusun Karya Baru, RT 001/RW 006, Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 12.40 WIB. Saat ditemukan, Desta berada dalam posisi tengkurap di dalam kamar, sementara handphone yang sedang diisi daya ditemukan menempel di bagian dada kanan korban dalam kondisi terbakar.

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade membenarkan, kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya yang merasa curiga karena korban tidak merespons saat dipanggil.

“Saksi awalnya memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Karena curiga, saksi kemudian mendatangi kamar korban yang pintunya dalam keadaan setengah terbuka,” ujar Ade, Jumat (30/1/2026).

Saat masuk ke dalam kamar, saksi melihat korban sudah dalam posisi tengkurap. Upaya membangunkan korban tidak membuahkan hasil. Ketika tubuh korban dibalik, saksi mendapati luka bakar di bagian dada, warna kulit tubuh korban membiru, dan korban sudah tidak bernyawa.

“Saksi kemudian mencabut kabel charger handphone yang masih terhubung dengan korban. Saat itu handphone korban ditemukan melekat di dada sebelah kanan dalam kondisi terbakar,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, rekan kerja korban langsung berteriak meminta pertolongan dan memanggil pemilik peternakan ayam. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Madu Sari dan pihak keluarga korban.

Petugas gabungan dari Unit Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Raya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi awal. Kemudian jenazah korban dievakuasi ke RSUD Soedarso Pontianak menggunakan ambulans Desa Madu Sari untuk dilakukan visum et repertum.

“Korban dilakukan visum luar oleh pihak medis RSUD Soedarso. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah,” katanya.

Setelah proses visum selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian menyatakan hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk mengecek kondisi instalasi listrik dan alat pengisi daya yang digunakan korban.

“Dugaan sementara korban meninggal akibat tersengat listrik saat mengisi daya handphone. Namun demikian, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologis dan penyebab pasti kejadian tersebut,” terang Ade. (M@nk)

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Karyawan Peternakan Ayam di Kubu Raya Tewas Tersengat Listrik

Karyawan Peternakan Ayam di Kubu Raya Tewas Tersengat Listrik

2 jam ago
Bupati Ketapang Lantik Kades PAW Asam Jelai

Bupati Ketapang Lantik Kades PAW Asam Jelai

15 jam ago
Edi Akui Sulitnya Padamkan Kebakaran di Batas Kota, Harap BPBD Kalbar Membantu

Edi Akui Sulitnya Padamkan Kebakaran di Batas Kota, Harap BPBD Kalbar Membantu

17 jam ago
SAR Go To School, Program Kantor SAR Pontianak Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

Dua Fokus Utama Pembangunan Kota Pontianak 2027

1 hari ago
SAR Go To School, Program Kantor SAR Pontianak Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

SAR Go To School, Program Kantor SAR Pontianak Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

2 hari ago

Trending

  • SAR Go To School, Program Kantor SAR Pontianak Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

    SAR Go To School, Program Kantor SAR Pontianak Tanamkan Keselamatan Sejak Dini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Fokus Utama Pembangunan Kota Pontianak 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kompromi Soal Standar K3, PLTU Sukabangun Audit Total Mitra Kerja dan Perketat Pengawasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version