• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Jumat, Februari 6, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Kadinkes Ketapang Sesalkan Aksi Mogok Kerja Dokter Spesialis Hanya Gara-gara Tukin Tidak Dibayar 8 Bulan

by Equator News
Selasa, 24 Agustus 2021 06:14
in Kesehatan
0
0
SHARES
0
VIEWS
Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami.
Keterangan foto: Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami. (Istimewa)

EQUATOR, Ketapang – Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami menyayangkan sikap dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang yang melakukan aksi mogok kerja, pada Senin (23/08/2021).

Rustami menilai, sikap tersebut tidak selayaknya dilakukan dan bertentangan dengan sumpah dokter. Terlebih lagi yang dirugikan adalah masyarakat.

“Harusnya mementingkan kepentingan masyarakat. Kalau mereka mogok dan tidak masuk kerja, yang menerima dampaknya masyarakat. Hanya karena tidak mendapatkan tunjangan, tapi masyarakat jadi korban,” kata Rustami.

Menurut Rustami, masyarakat yang datang untuk berobat ke rumah sakit rata-rata masyarakat kurang mampu yang menggunakan BPJS. Sedangkan orang yang mempunyai uang, biasanya datang ke tempat dokter praktek.

“Dokter mogok kerja di rumah sakit, saya rasa kurang bijak. Kasihan juga masyarakat,” cetusnya.

Rustami mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi para dokter ini sedang dibahas oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang. 

Dia menyebut, yang menjadi ketakutan pemerintah mengapa Tukin belum dibayarkan sampai sekarang mungkin karena pemerintah takut pembayarannya dobel. Sehingga dalam membahasnya sangat berhati-hati.

Perlu diketahui juga, sambungnya, yang belum mendapatkan tunjangan bukan hanya dokter di RSUD, namun Puskesmas juga belum dapat. Tapi pihaknya sudah menyampaikan kepada Puskesmas bahwa jangan hanya gara-gara belum mendapatkan haknya, membuat masyarakat jadi terabaikan. 

“Itu yang saya tegaskan kepada seluruh Puskesmas. Tapi kalau rumah sakit, itu bukan ranah saya. Tapi sebagai pihak pengawas, saya menyayangkan. Mereka di rumah sakit tidak hanya mendapatkan uang tunjangan itu saja, ada juga uang lainnya yang didapat,” lanjutnya.

Rustami menjelaskan, dalam aturan pemberian insentif, namanya tunjangan kinerja, itu yang harus diberikan. Tapi ada aturan-aturan lain yang pemerintah perhatikan, salah satunya dobel pembayaran. 

“Saya pikir kurang bijaksana mogok kerja itu. Jangan ada lagi mogok kerja. Apalagi mereka yang mogok kerja di rumah sakit ini pasti mereka masih membuka pelayanan di tempat praktek masing-masing,” bebernya.

“Jelas masyarakat kecil yang dirugikan. Secara etik profesi itu tidak boleh. Berarti sumpah kedokterannya belum benar. Kecuali gaji tak dibayar. Kalau tunjangan kinerja, itu bukan hak. Itu reward. Itupun kalau pemerintah ada uangnya, kalau tidak ada, tidak bisa juga,” timpalnya. (Lim)

Next Post
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson

Kendati Tukin Belum Dibayar 8 Bulan, Pemprov Kalbar: Dokter Tetap Tidak Boleh Mogok Kerja

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Bocah 4 Tahun yang Tenggelam di Sungai Sekayam Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah 4 Tahun yang Tenggelam di Sungai Sekayam Ditemukan Meninggal Dunia

15 jam ago
Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Sekayam, Tim SAR Turun Lakukan Pencarian

Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Sekayam, Tim SAR Turun Lakukan Pencarian

20 jam ago
TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

Edi Kamtono Berikan Izinkan Terbatas Pesta Kembang Api Saat Imlek

21 jam ago
TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

Pemkot Fokus Bakal Mengkoneksikan Infrastruktur Jalan di Pontianak Tenggara

21 jam ago
TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

TPID Kalbar Gelar HLM, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadhan dan Idulfitri

21 jam ago

Trending

  • Khusein Rifai warga Menarin Kecamatan Mentebah sudah dua tahun alami luka bakar dan belum sembuh

    Memprihatinkan, Khusein Warga Menarin Butuh Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Konstruksi di Kapuas Hulu Banyak Nunggak Pajak Kendaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Enam Pesilat Kapuas Hulu Masuk Final Porprov Kalbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berhadiah Total Rp 480 Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PLN Dukung Penanaman Pohon Serentak di Kalimantan Barat untuk Kelestarian Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version