• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Minggu, Februari 8, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Kapuas Hulu

Dituding Sebagai Pemodal PETI, Pemilik Toko Owen Market Akan Polisikan Temenggung Yulius Djoker

by EQUATOR
Selasa, 16 April 2024 14:37
in Kapuas Hulu
0
0
SHARES
0
VIEWS
Toko Owen Market
Toko Owen Market

EQUATOR, KAPUAS HULU – Agus Widartono dan Indra Pemilik Owen Market dan Toko Mas Agil akan mempolisikan Yulius Djoker Temenggung yang berdomisili di Desa Nanga Dua Kecamatan Bunut Hulu yang telah mencemarkan nama baik mereka yang dituding sebagai pemodal alias cukong dalam kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Batu Tiga Kecamatan Bunut Hulu Kabupaten Kapuas Hulu. Berita tersebut pun sudah beredar di media dan masyarakat sehingga membuat nama mereka merasa tercoreng dan dirugikan karena apa yang diberitakan oleh Temenggung tersebut tidaklah benar.

Atas tudingan tersebut, Tono sapaan karib Agus Widartono berencana akan melaporkan Temenggung Yulius Joker kepada pihak Kepolisian apabila tidak segera menyampaikan permohonan maaf serta memberikan klarifikasi di media massa.

“Apa yang dituduhkan kepada saya oleh Temenggung Yulius Joker yang dimuat di salah satu media online itu sangat keliru. Sama sekali saya bukan pemodal apalagi pemodal utama atas aktivitas PETI yang berlangsung di Desa Batu Tiga tersebut,” katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/04/2024).

Tono mengungkapkan, pemodalnya adalah Sabar warga Padang, Sumatera Barat. Sabar merupakan keponakannya yang sering nongkrong di tempatnya sehingga, kemungkinan orang lain menduga bahwa dirinyalah yang mendanai aktivitas tambang emas ilegal di Desa Batu Tiga tersebut karena melihat Sabar yang sering ke tempatnya.

“Sabar ini membawa modal sendiri dari Padang sana sekitar Rp300 juta. Ia memiliki anak buah atau pekerja sekitar lima orang, yang semuanya berasal dari Jawa Barat,” ujar Tono.

Untuk memastikan bahwa dirinya tidak ada kaitannya dengan aktivitas PETI di Desa Batu Tiga tersebut, Tono siap dicek, baik pengecekan melalui bukti transaksi, apakah pernah menampung emas maupun apakah dirinya pernah ke lokasi.

“Silahkan tunjukkan kalau ada bukti transaksi atau ketika ada melihat saya ke lokasi. Saya tegaskan bahwa saya tidak bermain barang illegal itu, ” ungkapnya.

Lanjut Tono, apabila Temenggung Joker tidak segera menyampaikan permohonan maaf serta memberikan klarifikasi di media massa, maka ia akan melaporkannya ke pihak kepolisian, atas dasar pencemaran nama baik terhadap dirinya.

“Temenggung Yulius Joker itu pasti saya polisikan apabila dirinya tidak segera menyampaikan permohonan maaf serta memberikan klarifikasi di media massa,” ujarnya.

Menurut Tono, berdasarkan keterangan Sabar, aktivitas tambang emas ilegal tersebut telah beroperasi sekitar 8 bulan, namun saat ini Sabar bersama anak buahnya telah pulang ke daerahnya masing-masing.

“Dua minggu sebelum bulan puasa lalu, mereka sudah tidak bekerja lagi di tempat itu. Mereka sudah pulang ke daerahnya masing-masing. Sabar pulang ke Padang, anak buahnya pulang ke Jawa Barat. Lokasinya pun sudah dibongkar,” tuturnya.

Terkait Toko Emas Yola miliknya yang tutup selama beberapa hari, yang juga sempat jadi perbincangan masyarakat karena dikaitkan dengan pemberitaan yang beredar, Tono menjelaskan bahwa dirinya dalam beberapa hari yang lalu pergi ke Pontianak.

“Saya berharap Temenggung Yulius Joker ini segera minta maaf karena apa yang dituduhkan kepada saya itu tidak benar,” katanya.

Sementara itu, pemilik toko emas Agil, Indra mengaku kaget karena namanya pun disebut dalam berita yang dimuat di salah satu media online tersebut.

“Apa yang dituduhkan kepada saya itu sangat tidak benar,” ucapnya.

Adapun pemberitaan yang dimuat di salah satu media online sebelumnya tersebut bahwa Temenggung Yulius Joker selaku narasumber menyatakan bahwa Tono dan Indra sebagai aktor atau Bos utama di balik aktivitas PETI Tong Rendam yang terindikasi kuat menggunakan bahan kimia beracun diantaranya Sianida dan Merkuri di Bukit Hitam, wilayah Desa Batu Tiga Kecamatan Bunut Hulu. (fik)

Next Post
16 Paket Senilai 160 Milyar di Kapuas Hulu Ditenderkan

16 Paket Senilai 160 Milyar di Kapuas Hulu Ditenderkan

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Alexander Wilyo Resmi Lantik Pengurus IPSI Ketapang Periode 2025 – 2029

Alexander Wilyo Resmi Lantik Pengurus IPSI Ketapang Periode 2025 – 2029

2 jam ago
Pemkot Pontianak Terus Tingkatkan Kualitas Pedestrian dan Branding Kota

Sekda Pontianak Lulus Seleksi Program Kepemimpinan di Singapura

3 jam ago
Pemkot Pontianak Terus Tingkatkan Kualitas Pedestrian dan Branding Kota

Pemkot Pontianak Terus Tingkatkan Kualitas Pedestrian dan Branding Kota

3 jam ago
Baznas Pontianak Gelar Rakorda IX UPZ Masjid dan Surau se-Kota Pontianak

Baznas Pontianak Gelar Rakorda IX UPZ Masjid dan Surau se-Kota Pontianak

1 hari ago
Perkuat Literasi Media, AJK dan Prodi KPI STAI Al-Haudl Akan Gelar Workshop Jurnalistik

Ikuti Arahan Presiden, Pontianak Dukung Gerakan Indonesia Asri

1 hari ago

Trending

  • Pemkot Pontianak Resmi Luncurkan Imunisasi Kejar JE, Edi Kamtono: Lindungi Anak dari Virus Mematikan

    12 Finalis Bersaing di Kompetisi Inovasi Kota Pontianak 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga BUMN Ini Resmi Dibubarkan Jokowi, Apa Saja dan Apa Alasannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ajukan TPA Sanitary Landfill, Kadis DPCKTRP Sanggau: Berdasarkan DED Rp.20 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ganti Rugi Dampak Pembangunan Pile Slab Tahap Dua Belum Selesai, Pemilik Lahan Minta Proyek Dihentikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anggaran Rp.10 Miliar, MTQ Tingkat Provinsi di Sanggau Dimulai 24 Agustus 2023

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version