• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Jumat, Maret 20, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Pontianak

Dentuman Meriam Karbit Silih Berganti Sambut Idulfitri di Kota Pontianak

by Equator News
Kamis, 19 Maret 2026 23:57
in Pontianak
0
0
SHARES
0
VIEWS

EQUATOR, Pontianak – Dentuman ratusan meriam karbit silih berganti dalam menyambut datangnya 1 Syawal 1447 Hijriah di Kota Pontianak, pada Kamis (19/3/2026) malam.

Permainan rakyat ini sudah ada sejak dahulu kala dan mejadi tradisi masyarakat Pontianak yang bermukim di tepian Sungai Kapuas setiap menyambut lebaran.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, eksibisi meriam karbit tahun ini terasa istimewa karena adanya perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah antara pemerintah pusat dan Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, malam ini kita tetap melaksanakan pembukaan Eksibisi Meriam Karbit. Mudah-mudahan, seperti biasanya, dentuman meriam ini menjadi penanda berakhirnya Ramadan dan kita menyambut Idulfitri,” ujarnya.

Tradisi meriam karbit sendiri telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pontianak. Bahkan, pada tahun 2016, tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemerintah Kota Pontianak pun terus berupaya menjaga dan melestarikannya sebagai ikon budaya daerah.

Lebih dari sekadar hiburan, permainan meriam karbit mengandung filosofi mendalam tentang kebersamaan dan gotong royong. Proses pembuatan hingga penggunaannya melibatkan kerja kolektif masyarakat, mulai dari merakit meriam, merawatnya, hingga membunyikannya secara bersama-sama.

“Di dalamnya ada nilai silaturahmi dan kebersamaan. Walaupun ada unsur persaingan antar kelompok, namun tetap dalam semangat kekerabatan,” jelas Edi.

Pada tahun ini, tercatat sebanyak 229 meriam karbit turut serta dalam kegiatan tersebut, dengan ukuran yang bervariasi. Beberapa di antaranya bahkan memiliki diameter lebih dari 80 sentimeter dan terbuat dari kayu gelondongan yang disimpan di dalam air untuk menjaga kualitasnya.

Tradisi ini berkembang di sepanjang Sungai Kapuas dan diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat setempat. Sejak dahulu, dentuman meriam karbit telah menjadi penanda datangnya 1 Syawal, sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Pontianak.

Bagi warga Pontianak, perayaan Idulfitri terasa belum lengkap tanpa suara khas meriam karbit yang menggema di sepanjang tepian sungai.

Ke depan, lanjut Edi, Pemerintah Kota Pontianak berharap tradisi ini tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Melalui pengemasan yang lebih menarik dan atraktif, meriam karbit diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan.

“Setiap tahun kita lakukan evaluasi agar kegiatan ini semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Sensasi dentuman meriam karbit mengundang rasa penasaran warga dari luar Kalimantan Barat. Salah satunya konten kreator asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Bedah, yang turut menyaksikan langsung kemeriahan meriam karbit di Pontianak.

Menurutnya, tradisi ini memiliki daya tarik yang sangat kuat, baik dari sisi visual maupun nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Ini pengalaman pertama saya melihat langsung meriam karbit di Pontianak. Suasananya luar biasa, bukan hanya dentumannya yang khas, tetapi juga kebersamaan masyarakatnya. Tradisi seperti ini jarang ditemui di daerah lain,” sebutnya.

Bedah menilai, meriam karbit memiliki potensi besar sebagai konten kreatif sekaligus daya tarik wisata nasional, bahkan internasional, apabila dikemas secara lebih modern tanpa menghilangkan nilai tradisinya.

“Saya melihat ini sangat potensial untuk dipromosikan lebih luas melalui media digital. Kalau dikemas dengan baik, ini bisa menjadi magnet wisata yang kuat bagi Pontianak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti menjelaskan, pelaksanaan kegiatan Eksibisi Meriam Karbit tahun ini tersebar di 42 titik lokasi dengan jumlah keseluruhan 229 meriam karbit. Meski pembukaan eksibisi dipusatkan di Jalan Adi Sucipto Gang Darsyad Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, namun permainan ini tersebar di tepian Sungai Kapuas di Kecamatan Pontianak Selatan, Tenggara dan Timur.

“Untuk lokasi eksebisi, tersebar di 42 titik di sepanjang tepian Sungai Kapuas yang meliputi wilayah Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Timur,” tuturnya. (M@nk)

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Dentuman Meriam Karbit Silih Berganti Sambut Idulfitri di Kota Pontianak

5 menit ago

Wali Kota Pontianak Tinjau Depot Pertamina, Siap Kawal Distribusi BBM

9 jam ago

Tim SAR Gabungan Cari Penumpang KM Swadesi yang Jatuh di Sungai Kapuas

9 jam ago

Bupati Kubu Raya Penuhi Janji Tuntaskan Jalan Poros Sebelum Lebaran

9 jam ago

Lapangan Salat Id Depan Kantor Wali Kota Mulai Dibersihkan

11 jam ago

Trending

  • Stok BBM Dipastikan Aman, Masyarakat Ketapang Diminta Tetap Tenang

    Stok BBM Dipastikan Aman, Masyarakat Ketapang Diminta Tetap Tenang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 720 Petugas Kebersihan Terima Paket Sembako dan Uang Tali Asih dari Pemkot Pontianak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Ketapang Gelar Sosialisasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Ketapang Jamhuri Amir Hadiri Safari Ramadan di Sungai Putri, Serahkan Bantuan Beras untuk Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Ketapang Gelar Safari Ramadan, Salurkan Beras Sambil Dengarkan Aspirasi Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version
会社概要・アクセス Books The Alternative Mexico Project お問い合わせ 三和精密工業株式会社 Kuzey Işığı Yayınları sbobet88 situs judi bola live casino online sabung ayam online agen casino online sabung ayam online slot gacor maxwin slot777 iki-st.com live casino online sabung ayam Kami adalah UENMA Kontak Indemax EHOB Contactez le Monaco Rugby Sevens - Club Professionnel à 7 DRT Seitai Official Contact Harifuku Clinic Official Access menu home roasted coffee Acara Liburan Musim Panas 2025 DEXEL UENMA