• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Minggu, Maret 1, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Delapan Warga Dusun Rantau Prapat Mengeluh Tak Teraliri Air Bersih, Ini Penjelasan Dinas Cipta Karya Sanggau

by EQUATOR
Selasa, 18 Juli 2023 20:30
in Berita Daerah, Infrastruktur, Sanggau
0
0
SHARES
0
VIEWS

 

Foto-- Kepala Bidang (Kabid) Permukiman Dinas Perumahan, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sanggau, Agus Hidayat
Foto– Kepala Bidang (Kabid) Permukiman Dinas Perumahan, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sanggau, Agus Hidayat

EQUATOR, SANGGAU. Proyek pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Dusun Rantau Prapat, Desa Sebara, Kecamatan Parindu dikeluhkan sebagian warga. Pasalnya proyek yang dikerjakan tahun 2022 tersebut tak mencakup seluruh Kepala Keluarga (KK) di Dusun Rantau Prapat.

“Awalnya waktu sosialisasi dari kontraktornya bilang akan teraliri ke seluruh warga, tapi ada delapan Kepala Keluarga (KK). Padahal di tempat kami itu hanya sekitar 43 KK,” kata Idawati, 51, warga Dusun Rantau Prapat, Selasa (18/07/2023) via HP.

Idawati mengaku ia termasuk delapan KK yang tak mendapatkan manfaat dari proyek senilai sekitar Rp.700 juta tersebut.

Hal tersebut dibenarkan Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Supardi. Legislator Partai Demokrat itu mengaku mendapat keluhan dari masyarakat Dusun Rantau Prapat ketika reses pada 5 Juli 2023. Ia bahkan mendapatkan foto dan video dugaan pipa yang digunakan tak sesuai spesifikasi.

“Ada delapan Kepala Keluarga tidak teraliri air bersih. Berapa kali dikonfirmasi kepada kontraktornya tidak ditanggapi, akhirnya warga ngecek, pipanya pun tidak standar. Akhirnya dibalut mereka dengan karet. Akhirnya pecah lagi,” kata Supardi ditemui di gedung DPRD Sanggau, Selasa (18/07/2023).

“Waktu memborong itu tidak ada plang proyek. Warga sudah keluh kesah ke pemborong, tapi tak direspon. Masyarakat hanya nuntut satu, bagaimana barang itu berfungsi berasas manfaatnya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Permukiman Dinas Perumahan, Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sanggau, Agus Hidayat, memastikan bahwa foto dan video yang beredar terkait kondisi pipa tersebut adalah gambar-gambar lama ketika pekerjaan belum selesai.

“Kami sekarang ini sedang mengirim tim untuk melihat langsung ke lokasi terkait informasi yang saya terima. Apakah kondisinya seperti itu atau ada perbedaan dengan kondisi yang ada. Kami sedang menugaskan tim konsultan turun ke lapangan dan ini masih menuju lokasi. Tapi berdasarkan data awal yang ditemui di lapangan, bahwa gambar itu adalah pekerjaan yang masih dalam tahap penyelesaian awal. Artinya itu masih dalam proses,” kata Agus Hidayat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/07/2023).

Ia mengakui memang ada beberapa warga yang masih belum terlayani dari proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut. Hal itu disebabkan anggaran yang tidak mencukupi.

“Dari pihak tersebut minta untuk mendapatkan akses air bersih. Karena memang waktu itu untuk ke sana itu sudah di luar kontrak. Artinya memang kontrak kita belum sampai ke sana. Jadi waktu itu dari pihak pelaksana (kontraktor) punya itikad baik untuk membantu ke lokasi yang belum teraliri. Tetapi dengan menggunakan pipa yang mungkin berbeda dari segi ukurannya dengan pipa di lokasi yang secara kontrak memang dilaksanakan,” ungkap Agus.

“Itu yang dianggap oleh mereka pipa itu tidak sesuai dengan spek. Karena sifatnya bantuan saja. Awalnya masyarakat menerima dan mereka berjanji akan melaksanakannya secara gotong-royong dengan masyarakat di sana. Tapi di belakang hari mereka tidak jadi menerima itu dan menganggap dari pihak pelaksana tidak sesuai dengan spek dan sebagainya,” lanjut Agus.

Selai itu ia juga mengungkapkan, pengerjaan proyek tersebut sedikit bergeser dari rencana awal. Pasalnya pemilik sumber mata air yang awalnya menghibahkan sumber mata air berubah pikiran sehingga harus mencari sumber mata air baru.

“Jadi langkah selanjutnya kami ingin, karena harapannya proyek ini tetap berlanjut. Harapannya coba kita usulkan untuk bisa mencukupi yang sisa delapan itu. Kita coba dorong di APBD Perubahan, semoga bisa gol. Karena kita masih dalam proses APBD Perubahan. Kita coba dorong meneruskan itu. Semoga bisa gol dan bisa terselesaikan,” harapnya. (KiA)

 

Next Post
Tingkatkan Kompetensi, PLN Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja untuk Tenaga Alih Daya

Tingkatkan Kompetensi, PLN Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja untuk Tenaga Alih Daya

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Youtuber Bali Andy Opa Gaul Terkesan Kemeriahan Cap Go Meh di Pontianak

Youtuber Bali Andy Opa Gaul Terkesan Kemeriahan Cap Go Meh di Pontianak

3 jam ago
33 Bus Siap Layani Peserta Mudik Gratis 2026 Pemprov Kalbar

33 Bus Siap Layani Peserta Mudik Gratis 2026 Pemprov Kalbar

1 hari ago
Wako Pontianak Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

PKK Pontianak Bagi-bagi Takjil di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie

2 hari ago
Wako Pontianak Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

Pasutri Lansia Tewas Usai Motor Tabrak Truk di Jalan Sultan Agung Kubu Raya

2 hari ago
Wako Pontianak Ajak Pemuda Tangkap Peluang Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi di Era Digital

ASN Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak

2 hari ago

Trending

  • Youtuber Bali Andy Opa Gaul Terkesan Kemeriahan Cap Go Meh di Pontianak

    Youtuber Bali Andy Opa Gaul Terkesan Kemeriahan Cap Go Meh di Pontianak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pontianak Raih Penghargaan UHC Pratama dari BPJS Kesehatan, Cakupan JKN Tembus 99,05 persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Ketapang Targetkan RS Pratama Sandai Beroperasi Pertengahan 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Torehkan Prestasi di Malaysia, PODSI Serahkan Piagam dan Penghargaan kepada Pemkab Kapuas Hulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Sanggau Janji Perbaiki Jalan Desa Balai Ingin pada 2023

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version