• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Selasa, Januari 20, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Dunia

Buku Pelajaran IPS di Telangana Ajarkan Islamofobia

by Equator News
Senin, 27 September 2021 09:06
in Dunia
0
0
SHARES
0
VIEWS
Islamofobia
Keterangan foto: Islamofobia. (Ilustrasi/Istimewa)

EQUATOR, Jakarta – Sebuah buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Telangana, India, didapati telah memuat materi tentang prasangka buruk dan kebencian terhadap umat Muslim (Islamofobia)

Dilansir dari Republika.co.id, Senin (27/09/2021), materi tersebut termuat pada bab berjudul Gerakan Nasional – Tahap Terakhir 1919-1947 yang diperuntukkan bagi para siswa kelas 8. Dimana pada bab ini seolah menggambarkan citra umat Muslim sebagai teroris yang memegang senjata dan Alquran. 

Sementara gambar yang tersisa menggambarkan pejuang kemerdekaan India seperti Gandhi dan Nehru sebagai pahlawan melawan kekuasaan kerajaan Inggris. 

Citra teroris yang hadir tidak hanya tidak cocok dengan bab ini, tapi dengan liciknya menyatukan Islam dan terorisme sebagai satu kesatuan. Ini diperparah dengan fakta buku yang sudah direvisi oleh pemerintah.

Aktivis Mahasiswa Syaikh Aslam pertama kali menunjukkan hal ini dari buku saudaranya. Buku ini, kata dia, mempermalukan para siswa, guru, dan masyarakat Muslim serta akan mengarah pada kehancuran persatuan negara.

Menanggapi ini, ia akan menuntut terhadap oknum yang menulis dan menyetujui buku ini. Materi studi tersebut telah diterbitkan oleh penerbit VGS yang menyiapkan hal berdasarkan rekomendasi yang diberikan oleh pemerintah negara bagian.

Masih berdasarkan ulasan Republika.co.id, Presiden Negara Organisasi Mahasiswa Islam (SIO) Talha Fayazuddin juga merilis pernyataannya tentang masalah ini pada Sabtu. Dia mengatakan buku ini telah menciptakan dan menyebarkan pandangan stereotip dan kebencian terhadap komunitas tertentu kepada siswa kelas 8.

“Menunjukkan seseorang yang memegang pistol di tangan kanannya dan Alquran di tangan kirinya adalah konten yang diskriminatif dan penuh kebencian yang merusak kerukunan, persatuan, dan integritas masyarakat,” kata Fayazuddin.

SIO menuntut kementerian pendidikan mengambil tindakan terhadap perilaku propaganda yang tidak bertanggung jawab dan memperingatkan tidak menyetujui konten yang mengganggu tersebut. (FikA)

Next Post
Keterangan foto: Tentara Nasional Indonesia. (Internet/Istimewa)

Jelang Pembukaan PON XX Papua, TNI Klaster Jayapura Siap Jamin Keamanan

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Edi Kamtono Minta PDAM Responsif dan Terus Perkuat Manajemen Risiko Air Bersih

Edi Kamtono Minta PDAM Responsif dan Terus Perkuat Manajemen Risiko Air Bersih

4 jam ago
Pontianak Siaga Karhutla

Pontianak Siaga Karhutla

13 jam ago
Dinsos Pontianak Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak di Sekolah

Dinsos Pontianak Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak di Sekolah

1 hari ago
Hadiri Tabligh Akbar Peringatan Isra Mikraj, Repalianto Sampaikan Pesan Bupati Ketapang

Hadiri Tabligh Akbar Peringatan Isra Mikraj, Repalianto Sampaikan Pesan Bupati Ketapang

2 hari ago
Pontianak Kembali Jadi Tuan Rumah Event Berskala Nasional

Pontianak Kembali Jadi Tuan Rumah Event Berskala Nasional

2 hari ago

Trending

  • UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Jamhuri Sampaikan Usulan Strategis Pembangunan Daerah ke Bappenas RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peredaran Sabu Terbongkar di Delta Pawan, Dua Pria Berusia 55 dan 46 Tahun Diciduk Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pontianak Kembali Jadi Tuan Rumah Event Berskala Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Izin Sudah Dicabut, PT Mandara Prima Nusantara Masih Beroperasi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version