• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Senin, Januari 12, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Equatorial

Apa Sebenarnya Jenis Kelamin Negara?

by Equator News
Jumat, 20 Agustus 2021 09:57
in Equatorial
0
0
SHARES
0
VIEWS
Aristoteles bersama muridnya, Alexander. (Istimewa)
Keterangan foto: Aristoteles bersama muridnya, Alexander. (Istimewa)

KALAU saya ditanya, apa sebenarnya jenis kelamin negara? Saya akan jawab perempuan. Lalu yang bakal cocok memimpin negara perempuan dong? Tidak juga, karena jenis kelamin kekuasaan menurut saya laki-laki.

Sejauh pemahaman saya, negara adalah bentuk wilayah dimana tertanam sebuah sistem tata dan nilai disitu. Ibarat sebuah organisasi besar, negara idealnya harus bertumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakatnya. Maka dari itu dibutuhkan bentuk aktif kekuasaan.

Kembali soal jenis kelamin. Tentu yang dibicarakan disini hanyalah metaforistik atau perlambangan. Karena sudah saatnya kita mengubur dalam-dalam isu gender (dalam arti sebenarnya) dalam setiap level pertarungan kekuasaan.

Entah kenapa saya cukup setuju dengan pandangan, bahwa memilih pemimpin laki-laki hanya karena dia laki-laki adalah kebodohan. Sama halnya, ketika ada seseorang memilih pemimpin perempuan hanya karena dia berjenis kelamin perempuan, adalah suatu pelecehan terhadap logika.

Karena yang dibutuhkan untuk menjalankan roda kekuasaan adalah mereka yang memiliki ruh maskulinitas. Hanya orang-orang yang berfikir oportunis saja yang memasukkan ide pembedaan gender menjadi ukuran–boleh tidaknya seseorang memegang kekuasaan.

Negara sebagai bentuk pasif, harus didorong kemampuannya oleh kekuasaan. Logikanya, siapapun bisa masuk dan menghuni sebuah organisasi yang bernama negara. Tapi tidak semua orang bisa masuk memegang kekuasaan. Jelas ini terbatas hanya pada orang-orang yang dianggap mampu dan diberi kepercayaan.

Jika dalam demokrasi, aturan main itu ada, yakni siapa yang mendapat kepercayaan paling besar itulah yang menjalankan amanah kekuasaan. Tidak terbatas, apakah dia laki-laki atau pun perempuan secara gen. Karena kemampuan maskulinitas dalam menjalankan kekuasaan demi kesejahteraan negara lebih dibutuhkan.

Wallahu a’lam bishawab..

Penulis: Fikri Akbar

Next Post
Keterangan foto: Olympus. (Ilustrasi/Istimewa)

Pabrik Presiden

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Wako Edi Ajak Warga Aktif Sampaikan Saran Pembangunan di Musrenbang

Tergiur Upah Rp 100 Ribu, Penjual HP Bekas di Kubu Raya Nekat Jual Narkoba

3 jam ago
Wako Edi Ajak Warga Aktif Sampaikan Saran Pembangunan di Musrenbang

Wako Edi Ajak Warga Aktif Sampaikan Saran Pembangunan di Musrenbang

3 jam ago
Korban Kekerasan Seksual di Sekadau Ditemukan dalam Keadaan Penuh Lumpur

Korban Kekerasan Seksual di Sekadau Ditemukan dalam Keadaan Penuh Lumpur

1 hari ago
Ngaku Petani, Pria di Kubu Raya Ditangkap Ketahuan Edarkan Sabu “Paket Hemat”

Ngaku Petani, Pria di Kubu Raya Ditangkap Ketahuan Edarkan Sabu “Paket Hemat”

2 hari ago
Pria di Kubu Raya Hilang Saat Memancing, Sampan Ditemukan Terombang-ambing

Indeks Pelayanan Publik Pontianak Duduki Peringkat ke-7 Kota se-Indonesia

2 hari ago

Trending

  • UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    UMK Ketapang Tertinggi se-Kalbar, HMI Dorong Semua Perusahaan Patuh Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Kalbar Geledah Lima Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Tambang Bauksit PT Laman Mining

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Kalbar Geledah Kantor KSOP Ketapang, Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Bauksit PT Laman Mining

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Transformasi Digital, Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbang ke Jakarta, Bupati Alexander Perjuangkan 47 Desa di Ketapang Bebas Gelap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version