
EQUATOR, Kayong Utara – Ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Kayong Utara Bergerak menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kayong Utara, Jumat (29/08/2025).
Massa aksi menuntut pemerintah daerah dan DPRD agar segera menindaklanjuti berbagai persoalan mendasar yang masih membelenggu masyarakat.
Dalam aksi tersebut, sejumlah tuntutan disampaikan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penanganan kasus kekerasan seksual yang kian meningkat.
Koordinator lapangan, Riyanda Saputra menegaskan, bahwa perbaikan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Kami atas nama Aliansi Kayong Utara Bergerak menuntut Pemerintah Daerah dan DPRD untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan yang kondisinya rusak di hampir setiap kecamatan. Kerusakan ini akibat kendaraan bermuatan berlebih, dan jelas sangat merugikan masyarakat. Jalan adalah urat nadi ekonomi rakyat, jangan dibiarkan semakin parah,” tegas Riyanda.
Selain itu, ia juga menyinggung dampak buruk bagi masyarakat jika infrastruktur tidak segera dibenahi.
“Akibat jalan rusak, petani sulit menjual hasil panennya, anak-anak kesulitan berangkat sekolah, bahkan warga yang sakit sulit menjangkau fasilitas kesehatan. Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, koordinator umum aksi, Helmi, menyoroti pentingnya pemerataan pendidikan dan penanganan fenomena sosial yang marak terjadi di Kayong Utara.

“Kami meminta pemerintah untuk menambah sekolah layak di wilayah terpencil, meningkatkan kesejahteraan pendidik, serta memperhatikan tenaga honorer yang sudah lebih dari tiga tahun mengabdi agar diusulkan menjadi PPPK,” ungkap Helmi.
Aktivis HMI itu juga menekankan bahwa meningkatnya kasus kekerasan seksual harus segera ditangani serius oleh pemerintah daerah.
“Kasus kekerasan seksual di Kayong Utara semakin memprihatinkan. Kami mendesak adanya regulasi, perlindungan hukum, pendampingan korban, serta edukasi pencegahan di seluruh lapisan masyarakat. Jangan sampai korban terus bertambah sementara pemerintah hanya diam,” tegasnya.
Selain pendidikan dan isu sosial, aliansi juga menuntut adanya pemerataan layanan kesehatan tanpa diskriminasi antara pengguna BPJS dan non-BPJS, penambahan tenaga medis khususnya dokter spesialis, serta peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata adalah kekuatan Kayong Utara. Pemerintah harus serius mengembangkan potensi ini agar masyarakat benar-benar sejahtera sesuai dengan visi misi pembangunan daerah,” katanya.
Dan yang tak kalah penting pula, yakni persoalan air bersih yang harus segera diselesaikan. Karena saat ini masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
“Air adalah sumber kehidupan, pemerintah wajib memastikan kebutuhan dasar rakyat ini terpenuhi,” pungkasnya. (Mi)

Beri dan Tulis Komentar Anda