
EQUATOR, Pontianak – Sebanyak 720 petugas kebersihan menerima bantuan sembako dan uang tali asih dari Pemerintah Kota Pontianak. Secara simbolis, bantuan ini diserahkan di halaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Sabtu (14/3/2026).
Abdullah (58 tahun), satu di antara penerima bantuan mengungkapkan rasa bahagianya setelah menerima paket lebaran dan tali asih dari dunia usaha. Paket yang diterima berupa sembako serta uang tunai sebesar Rp 200 ribu itu sangat membantu bagi keluarganya dalam menghadapi Hari Raya Idulfitri.
Abdullah mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada para petugas kebersihan yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan kota.
“Saya sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan ini. Terima kasih kepada Pemerintah Kota dan para donatur yang telah memperhatikan kami,” ucapnya usai menerima paket bantuan.
Pria yang telah bekerja sebagai petugas kebersihan selama sekitar tujuh tahun ini mengatakan, aktivitas kerjanya dimulai sejak dini hari. Ia biasanya sudah turun ke lapangan untuk membersihkan jalan pada pukul empat hingga lima pagi.
“Biasanya saya mulai bekerja sekitar pukul empat atau lima pagi untuk membersihkan jalan, terutama di tepi-tepi jalan,” ujarnya.
Meski demikian, Abdullah mengaku pekerjaan tersebut juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya saat arus lalu lintas sedang padat sehingga menyulitkan dirinya untuk menyapu jalan dengan leluasa.
“Kesulitannya kalau arus lalu lintas padat, jadi tidak begitu leluasa untuk menyapu jalan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Pontianak dan sejumlah pihak dari dunia usaha.
Menurutnya, bantuan berasal dari beberapa pihak di antaranya Bank Kalbar, Yayasan Kharitas Bakti, PT Wilmar serta Telkom Indonesia. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 720 petugas kebersihan yang selama ini bekerja menjaga kebersihan fasilitas umum di Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu para petugas, terutama menjelang Idulfitri. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako serta uang tali asih yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Lebaran,” tuturnya.
Ia menilai peran berbagai pihak yang terlibat dalam program tersebut sangat besar dalam mendukung kebersihan kota.
“Perannya sangat besar. Kita bisa melihat sendiri bahwa Kota Pontianak tetap bersih dan terjaga. Itu yang paling penting. Kita terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas kebersihan kota, tidak hanya sekadar bersih, tetapi juga memperhatikan keindahan lingkungan,” pesannya.
Edi juga mengungkapkan, bahwa selama bulan Ramadan terjadi peningkatan volume sampah di Kota Pontianak. Jika pada hari biasa volume sampah berkisar antara 350 hingga 440 ton per hari, maka pada bulan Ramadan jumlahnya meningkat sekitar 20 persen.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pontianak menambah jam kerja petugas kebersihan serta armada pengangkut sampah.
“Petugas kebersihan bekerja lembur dan jumlah armada pengangkut sampah juga ditambah agar penanganannya tetap optimal,” terangnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para petugas kebersihan agar tetap bertugas menjelang Hari Raya Idulfitri sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Walaupun menjelang Lebaran, tetap ada petugas yang harus piket. Kami berharap kebersihan Kota Pontianak tetap terjaga. Kita juga mendoakan agar para petugas selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugasnya,” ucap Edi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Syarif Usmulyono, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan perhatian kepada para petugas kebersihan.
Ia mengatakan, jumlah donatur yang terlibat tahun ini cukup banyak, di antaranya Bank Kalbar, PT Wilmar, Yayasan Kharitas Bakti dan Telkom. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan adanya apresiasi dari berbagai pihak terhadap kerja keras para petugas kebersihan yang selama ini menjaga kebersihan Kota Pontianak.
“Bantuan ini mungkin tidak besar secara nominal, tetapi bentuk perhatian ini sangat berarti bagi para petugas kami,” ungkapnya.
Saat ini, lanjutnya, terdapat sebanyak 720 petugas kebersihan yang bertugas di lapangan untuk menangani persoalan sampah dan menjaga kebersihan kota.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan dengan disiplin membuang sampah sesuai tempat dan jadwal yang telah ditentukan.
“Yang kami harapkan dari masyarakat adalah kedisiplinan dalam membuang sampah sesuai tempat dan jadwal yang sudah ditetapkan,” tuturnya. (M@nk)








Beri dan Tulis Komentar Anda