• Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer
Selasa, Februari 24, 2026
  • Login

       

Equatoronline.id

        

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
No Result
View All Result
Equatoronline.id
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Pontianak

Menteri P2MI: Jalur Tikus di Kalbar Jadi Pintu Keluar Pekerja Migran Ilegal

by equator
Jumat, 20 Juni 2025 20:01
in Pontianak
0
0
SHARES
0
VIEWS
Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding. (Foto: Achmad Mundzirin)

EQUATOR, Pontianak – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam upaya membangun komitmen bersama mencegah dan memberantas pengiriman tenaga kerja secara ilegal atau non prosedural, khususnya di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

“Deklarasi bersama ini penting, karena Kalbar merupakan daerah perbatasan yang rawan menjadi jalur keluar masuk pekerja migran ilegal, terutama jalur tikus,” kata Abdul Kadir saat menyampaikan pernyataan resmi, Kamis 20 Juni 2026.

Menurut dia, dari data yang dimiliki Kementerian P2MI, terdapat lebih dari 70 jalur tikus di sepanjang perbatasan Kalbar.

“Perbandingannya cukup mencolok, satu keberangkatan prosedural berbanding tiga non prosedural,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, para pekerja migran yang berangkat melalui jalur ilegal bukan hanya berasal dari Kalbar.

“Banyak juga dari Sulawesi, NTB, NTT, Jawa, hingga Sumatera yang memilih lewat Kalbar karena dianggap lebih mudah,” katanya.

Masalah utama, lanjut Abdul Kadir, adalah pekerja migran yang tidak memiliki dokumen resmi dan tidak terdaftar oleh negara.

“Ini sangat berbahaya. Ketika mereka menghadapi masalah di luar negeri, negara kesulitan memberikan perlindungan,” ujarnya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya mencegah pergerakan pekerja migran non prosedural di jalur perbatasan. Ia juga mengaku telah berdiskusi dengan Gubernur Kalbar terkait penanganan pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia.

“Banyak dari mereka dipulangkan dari Serawak atau Sabah karena tidak berdokumen. Bahkan ada yang sudah berkeluarga di sana dan kini tinggal di sini tanpa dokumen resmi. Ini harus dicarikan solusi,” katanya.

Menteri P2MI menyebut, bahwa pemerintah akan melakukan afirmasi, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah daerah agar para pekerja migran tersebut dapat segera memiliki dokumen kependudukan dan ketenagakerjaan yang sah.

“Kalau mereka ingin kembali bekerja, kita arahkan melalui jalur resmi. Kalau tidak, kita akan fasilitasi program transmigrasi, baik di Kalbar maupun luar Kalbar,” jelasnya.

Abdul Kadir berharap, melalui deklarasi bersama yang melibatkan unsur forkopimda, tokoh adat, masyarakat sipil, serta pemerintah daerah, angka keberangkatan tenaga kerja secara ilegal dapat ditekan secara signifikan.

“Ini langkah awal yang konkret. Kita tidak bisa biarkan masalah ini berlarut. Harus ada keberpihakan nyata kepada pekerja migran, dari hulu hingga hilir,” pungkasnya. (M@nk)

Next Post
Menteri P2MI: Jalur Tikus di Kalbar Jadi Pintu Keluar Pekerja Migran Ilegal

Mamalia Laut Langka Ditemukan Tewas, Tim Konservasi Turun Tangan

Beri dan Tulis Komentar Anda

Berita Terbaru

Siswa Pelempar Molotov di Kubu Raya Tetap Bisa Ikut Ujian Akhir, Diah Savitri: Hak Pendidikan Dijamin

Bahasan Sebut Pembangunan Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas

4 hari ago
Siswa Pelempar Molotov di Kubu Raya Tetap Bisa Ikut Ujian Akhir, Diah Savitri: Hak Pendidikan Dijamin

Tak Hanya Tempat Ibadah, Ratusan Masjid di Pontianak Juga Jadi Pusat Sosial dan Ekonomi Umat

4 hari ago
Siswa Pelempar Molotov di Kubu Raya Tetap Bisa Ikut Ujian Akhir, Diah Savitri: Hak Pendidikan Dijamin

Siswa Pelempar Molotov di Kubu Raya Tetap Bisa Ikut Ujian Akhir, Diah Savitri: Hak Pendidikan Dijamin

4 hari ago
Demi Beli Enex, Dua Remaja di Kubu Raya Begal Seorang Ibu

Edi Kamtono Ajak ASN Jadikan Ramadan Momen Introspeksi Diri

5 hari ago
Demi Beli Enex, Dua Remaja di Kubu Raya Begal Seorang Ibu

Wali Kota Pontianak Safari Ramadan Perdana di Masjid Baitussalam Banjar Serasan

5 hari ago

Trending

  • Penting, Bupati Ketapang Terbitkan Surat Edaran Selama Ramadan

    Penting, Bupati Ketapang Terbitkan Surat Edaran Selama Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Alexander Wilyo Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Olahraga Otomotif Kalbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Mengaspal di Kalbar, All New Honda Vario 125 Kini Lebih Gahar dan Ekspresif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Ketapang Re-launching Aplikasi E-Hibah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Produk Kuliner UMKM Sanggau Diminati Negeri Jiran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Pontianak
    • Sanggau
    • Ketapang
    • Kapuas Hulu
  • Goverment
  • Parliament
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata

© 2022 Equator Online - Media Kalimantan Barat

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version